Header Ads

Spider-Man Brand New Day: Memulai Babak Baru setelah Berbagai Kejadian Besar

Poster Spider-Man Brand New Day (Sumber: district.in)

Yogyakarta, Sikap - Setelah penantian hampir lima tahun sejak perilisan film Spider-Man: No Way Home pada 15 Desember 2021, Marvel Studios dan Sony Pictures kembali menghadirkan petualangan terbaru sang manusia laba-laba melalui film Spider-Man: Brand New Day. Film keempat dari Marvel Cinematic Universe (MCU) yang disutradarai oleh Destin Daniel Cretton ini membawa penonton menyaksikan babak baru kehidupan Peter Parker setelah seluruh dunia melupakan dirinya akibat mantra Doctor Strange.

Film berdurasi 2 jam 25 menit ini membawa penonton untuk memasuki babak kehidupan Peter Parker yang benar-benar baru. Menceritakan tentang Peter dan kehidupan yang dijalani dalam kesendirian dan kesepian. Orang-orang yang menjadi bagian penting dan ia sayangi tidak lagi mengenal dan melupakan dirinya. Dalam cerita, Peter masih berusaha memantau kehidupan teman-temannya melalui media sosial serta kerap mengunjungi makam Bibi May sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang sangat berarti dalam hidupnya. Meskipun demikian, Peter tetap memilih untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai Spider-Man, pahlawan dan akan terus melindungi Kota New York dari berbagai ancaman kejahatan. Dengan adanya Peter di kota New York, tingkat kejahatan yang dialami kota cukup berkurang drastis karena dirinya.

Konflik utama bermula ketika Peter mencoba untuk mengejar dan menghentikan sebuah tank yang diduga terlibat dalam aksi kriminal. Namun, ketika berhasil menghentikan tank tersebut, ia justru menemukan seorang nenek tua tanpa catatan kejahatan dan terlihat bingung di dalam kendaraan tersebut. Hal tersebut tidak hanya terjadi pada nenek tua, tetapi juga kepada beberapa orang yang berada dalam area tersebut. Peter kembali mencoba menangkap dalang dibalik insiden tersebut sampai pada saat dirinya hampir dirasuki oleh penjahat tersebut, namun peter berhasil menggagalkannya meski ia harus kehilangan jejak. Kejadian itu membuat Peter menyadari adanya kekuatan misterius yang mampu mengendalikan pikiran manusia.

Dalam proses pencarian informasi, Peter meminta bantuan berbagai pihak dan kembali bertemu dengan orang-orang dari masa lalunya. Namun, ia harus menerima kenyataan bahwa mereka tetap tidak mengenal dirinya akibat mantra yang pernah dilakukan Doctor Strange. Penyelidikan yang dilakukan Peter membawanya kepada sosok bernama Jean, yang diduga menjadi dalang di balik serangkaian peristiwa aneh tersebut.

Film ini tidak hanya menampilkan aksi pertarungan khas Spider-Man, tetapi juga menggambarkan sisi emosional Peter Parker yang harus menghadapi kehilangan dan kesepian. Salah satu momen penting dalam film terjadi ketika Peter kembali menemui Michelle Jones (MJ) setelah menemukan dan membaca surat yang ditulis oleh Peter. Meski MJ akhirnya mengetahui identitas asli Peter melalui surat tersebut, hubungan keduanya tetap tidak kembali seperti sebelumnya.

Pada akhirnya, Spider-Man: Brand New Day bukan sekadar film tentang seorang pahlawan super yang kembali menyelamatkan kota. Film ini juga mengisahkan tentang rasa tanggung jawab, kehilangan, kesepian, dan pentingnya kehadiran orang lain dalam kehidupan seseorang. Dalam film ini, penonton diajak melihat bahwa menjadi pahlawan tidak selalu berarti memenangkan pertarungan, tetapi juga mampu bertahan menghadapi berbagai cobaan dan kegagalan dalam kehidupan. Di balik aksi, ledakan, dan ayunan jaring yang memukau, tersimpan kisah tentang seorang pemuda yang berusaha bangkit dari trauma serta menemukan kembali harapan dalam hidupnya.

Meski masih menggunakan formula yang cukup familier bagi penggemar Marvel, pendekatan yang lebih personal membuat film ini terasa segar. Didukung visual yang imersif, penyutradaraan yang matang, serta penampilan para pemain yang solid, Spider-Man: Brand New Day layak menjadi salah satu film Spider-Man yang paling emosional. Bagi penggemar Spider-Man maupun penonton yang mencari film superhero dengan kedalaman karakter, film ini menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar aksi di bioskop. (Rasyid Al-Hakim)

Editor: Qotrunnada Karimah Mufidah
 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.