Header Ads

Ketergantungan AI Ancam Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa di Era Digital

AI menjadi kebutuhan utama para mahasiswa dalam menjalani proses akademik (Ilustrasi: Pexels)

Yogyakarta, Sikap - Perkembangan teknologi di abad ke-21 semakin canggih dan memukau di setiap evolusinya. Seperti kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang menawarkan teknologi dengan hanya menyebutkan perintahnya saja dengan hasil yang instan. Penggunaan AI dalam kalangan mahasiswa juga cukup marak dan sudah menjadi bagian dari keseharian mahasiswa dalam mengerjakan tugas kuliahnya. Namun, penggunaan AI yang berlebihan juga menjadi bumerang bagi mahasiswa itu sendiri dalam perjalanan akademiknya.


Salah satu mahasiswa program studi Hubungan Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta, Haidar Ahmad Rantisi, mengatakan bahwa dirinya sering menggunakan AI sebagai salah satu alat dalam mengerjakan tugas kuliahnya. “Kalau aku pribadi ya, aku merasa ini sebenarnya masih di fase kebutuhan. Jadi, masih belum terlalu masuk dalam fase ketergantungan. Tapi kalau misalnya kita lihat dalam situasi mahasiswa sekarang, agaknya nugas tanpa AI itu mereka tuh nggak bisa apa-apa gitu,” ujar Haidar. 


Fenomena ketergantungan AI ini dinilai buruk oleh salah satu dosen jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta, Saptopo Bambang Ilkodar. Karena ketika mahasiswa hanya menggunakan AI, mereka tidak ada usaha untuk memahami hasil dari AI tersebut. 


Mahasiswa hanya mengharapkan hasil yang instan dan langsung disalin dalam tugasnya, kebiasaan ini menjadi sebuah ketergantungan karena tidak memerlukan waktu yang lama untuk berpikir lebih keras akan tugas yang diberikan oleh dosen. “Buruk, sangat buruk sekali. Dampak ketergantungan AI ini juga sangat berkepanjangan bagi perjalanan mahasiswa nantinya,” ujar Saptopo. 


Saptopo menambahkan bahwa mahasiswa semakin terlena dengan fasilitas yang praktis dan instan, sehingga ketika hadir suatu alat yang dapat membantu mengerjakan tugas kuliahnya akan menjadi sebuah ketergantungan. Selain itu, rendahnya minat literasi mahasiswa zaman sekarang juga memengaruhi faktor awal ketergantungan mahasiswa pada kepraktisan AI. 


“Generasi sekarang terlalu sering dimanjakan oleh teknologi, sehingga mereka yang terlalu berlimpah dengan fasilitas dan keadaan akan menganggap bahwa kenapa harus berusaha jika ada yang instan saja,” jelas Saptopo. 


Pandangan juga datang dari Muhammad Sulhan Karami Shaleh, salah satu mahasiswa program studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta, Ia menjelaskan ketika mahasiswa juga tidak mengikuti perkembangan teknologi zaman sekarang akan tertinggal sangat jauh. Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat mahasiswa dituntut untuk selalu bisa menyesuaikan diri dengan cepatnya arus digital. 


Namun, jika penggunanya tidak dimanfaatkan dengan bijak dan semestinya, maka kemampuan berpikir mereka perlahan akan turun jika tidak diasah terus-menerus. “Dan kalau kita nggak memanfaatkan apa yang disediakan oleh teknologi, kita akan tertinggal jauh karena tidak memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang namun harus digunakan dengan bijak,” ujar Sulhan. 


Penggunaan AI yang tidak bijak dipandang akan mengancam kemampuan berpikir mahasiswa. Ketika mahasiswa terlena dengan perkembangan teknologi yang memfasilitasi hasil praktis, mahasiswa tidak akan meluangkan waktunya untuk membaca dan memahami isi materi dari dosen dengan baik. 


Ketika mahasiswa tidak memberi batasan kepada dirinya sendiri dalam menggunakan AI, maka hal tersebut bisa menjadi sebuah ketergantungan yang berdampak pada kemampuan berpikir mahasiswa. “Kalau ngomongin critical thinking, bisa kita lihat bersama kalau misal AI ini alat yang sangat memengaruhi. Makanya kenapa di sini aku masih menjaga batasan dan memiliki sedikit space untuk diriku berpikir dalam mengerjakan tugas,” ujar Haidar. 


Salah satu dosen program studi Hubungan Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta, Yenni Sri Utami, mengungkapkan daya kritis dan berpikir mahasiswa jauh berkurang dari setiap perkembangan teknologi. Hal ini juga berdampak dan sejalan dengan menurunnya minat literasi mahasiswa zaman sekarang yang mengandalkan hal instan saja. 


Kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan AI yang berlebihan sangat berdampak dalam jangka panjang bagi mahasiswa, walaupun menawarkan hal yang praktis dalam mengerjakan tugasnya. “Kalau saya memang saat ini daya kritis mahasiswa itu jauh-jauh berkurang. Saya merasakan itu. Dalam pengajaran di kelas dan dalam mengerjakan tugas juga. Butuh satu kesadaran ke mahasiswa bahwa jangan semuanya dipercayakan ke AI,” ujar Yenni.


Penggunaan AI dalam kehidupan mahasiswa tidak selalu berdampak negatif, selama dimanfaatkan secara proporsional. Teknologi ini dapat membantu dalam memahami materi dan mengembangkan ide tugas, namun ketika penggunaannya mulai berlebihan hingga menimbulkan ketergantungan, diperlukan kesadaran untuk membatasi pemakaian tersebut.


Dosen dan pihak universitas dinilai harus bekerja sama dalam langkah ini agar mahasiswa tidak terjerumus dengan penggunaan AI yang berlebihan, “Yang pertama dosennya harus paham AI dan mencari cara supaya mahasiswa tidak mengandalkan AI. Yang kedua dosennya memang harus dorong mahasiswa untuk mau membaca karena tanpa membaca, semangat untuk mandiri, semangat untuk maju, semangat untuk berproses, itu tidak ada. Untuk ranah universitas, dapat membuat regulasinya dalam penggunaan AI di kampus, terutama dalam penulisan suatu karya.” Ujar Saptopo. 


Pada dasarnya, penggunaan AI dipandang tidak akan menjadi hal yang berdampak buruk ketika penggunaannya masih dalam batas wajar oleh mahasiswa. Perkembangan teknologi yang pesat ini menawarkan hal-hal untuk membantu berdiskusi dan menghasilkan gagasan yang padu untuk menjadi dasar awal mengerjakan tugas kuliah. Akan tetapi, jika sudah sampai pada tahap yang sangat merugikan mahasiswa dengan memercayakan seluruh pekerjaannya kepada AI, maka hal tersebut akan mengancam pola berpikir dan masa depan para mahasiswa nantinya. (Maharani Ardelia Shopiyan)


Editor: Audrina Rustari


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.