Header Ads

Review Film Sobat Ambyar: Ambyar Tak Jogeti

Poster film Sobat Ambyar (Sumber: imdb.com)
Judul Film: Sobat Ambyar (2021)

Sutradara: Charles Gozali, Bagus Bramanti

Produser: Linda Gozali

Skenario: Bagus Bramanti, Gea Rexy

Pemeran: Bhisma Mulia, Denira Wiraguna, Sisca JKT 48, Asri Welas, Erick Estrada, Mo Sidik, Didi Kempot

Genre: Drama Komedi

Produksi: Magma Entertainment, Deosource Entertainment, Paragon Pictures, Rapi Films

Didi Kempot atau yang biasa dijuluki sebagai “The Godfather of Broken Heart” merupakan inspirator dari film Sobat Ambyar ini. Film ini menjadi persembahan pertama sekaligus terakhir dari musisi kelahiran Surakarta tersebut di dunia perfilman Indonesia. Mengingat bahwa sebelum film Sobat Ambyar diluncurkan, sang Maestro sudah berpulang terlebih dahulu untuk menghadap Sang Khalik. Oleh karena itu, tayangnya film ini paling tidak dapat menjadi pelipur lara bagi para Kempoters dan Sobat Ambyar (julukan bagi penggemar mendiang Didi Kempot) di seluruh Indonesia.

Film Sobat Ambyar sendiri menceritakan kisah cinta yang dialami seorang pemuda bernama Jatmiko dengan Saras. Jatmiko yang diperankan oleh aktor tampan Bhisma, mengalami cinta pada pandangan pertama terhadap Saras, seorang mahasiswi tingkat akhir yang disibukkan dengan masalah skripsi. Pertemuan mereka berawal ketika kedai kopi milik Jatmiko dirundung kebangkrutan. Saat itu, Saras yang diperankan oleh Denira Wiraguna menjadi pelanggan terakhir Jatmiko di kedai kopinya. Dengan kehadiran Saras, semangat Jatmiko kembali membara untuk melanjutkan bisnis di bidang perkopian tersebut.

Setelah menjalani proses pendekatan yang cukup lama, Jatmiko dan Saras akhirnya berhasil memadu kasih dan menjalin kisah asmara. Hari-hari mereka berdua lalui dengan penuh kebahagiaan serta keromantisan. Meski demikian, hal tersebut justru membuat Jatmiko sering lalai terhadap bisnis kopinya. Alhasil, cekcok sering terjadi antara ia dengan partner kerja dan adik perempuannya. Parahnya lagi, tak jarang Jatmiko meminjam uang kepada rentenir untuk menyenangkan hati Saras dengan membelikan barang-barang berharga. Hal tersebutlah yang membuat orang terdekat Jatmiko semakin marah dan geram kepadanya.

Ketika waktu libur tiba, Saras memutuskan untuk mudik ke Surabaya. Mudiknya Saras membuat hubungan mereka berdua dipertanyakan karena jarang berkomunikasi. Jatmiko beberapa kali menghubungi Saras, tetapi hasilnya tetap nihil. Oleh karena itu, Jatmiko memutuskan untuk menyusul Saras ke Surabaya demi melepas kerinduannya yang begitu dalam. Akan tetapi, betapa sakit hati Jatmiko ketika melihat Saras bersama pria lain yang tenyata adalah tunangannya. Kejadian tersebut mengubah Jatmiko menjadi pemuda yang lesu dan sering menghabiskan waktunya di kamar. “Sudah jatuh ketiban tangga pula”, begitulah yang dialami Jatmiko saat itu. Belum lagi uang sekolah adiknya yang sudah menunggak dan tagihan rentenir terkait utang-utangnya yang sudah jatuh tempo. Akhirnya, dia memutuskan untuk menjual mobilnya.

Tak disangka dan tak diduga, Saras kembali hadir di kehidupan Jatmiko. Awalnya Jatmiko berusaha untuk tidak menghiraukannya lagi. Namun, dengan kelembutan dari seorang Saras akhirnya Jatmiko luluh kembali. Saat itulah Jatmiko mulai menaruh harapan lagi untuk bisa mengulang kisah asmara yang dulu pernah ada di antara mereka. Jatmiko tidak memikirkan apa yang sudah dilakukan Saras sebelumnya. Hingga akhirnya, hal yang ditakutkan oleh orang terdekat Jatmiko terjadi. Jatmiko “cidro” untuk yang kedua kalinya. Ternyata selama ini Saras hanya memanfaatkan Jatmiko untuk membantunya dalam menyelesaikan studi.

Melihat kondisi perekonomiannya yang semakin buruk, Jatmiko secara perlahan mulai bangkit dan mencoba melupakan Saras untuk kali kedua. Dukungan dari orang-orang terdekat dan para Sobat Ambyar mampu membakar semangat Jatmiko dalam memulai kembali bisnis perkopiannya. Terobosan baru yang dia lakukan dengan menu kopi turun-temurun dari orang tuanya mampu menyakinkan investor untuk memodalinya kembali. Dengan menu baru yang ditujukan untuk para Sobat Ambyar tersebut, membuat kedai kopi Jatmiko ramai pelanggan dan semakin berkembang. Di akhir cerita, Charles Ghazali sebagai sutradara mengisahkan bagaimana magisnya seorang Didi Kempot dalam menyembuhkan hati para Sobat Ambyar termasuk Jatmiko, melalui lagu-lagu yang dinyanyikan dengan penuh kegembiraan meski dalam keadaan sedang tersakiti.

Film Sobat Ambyar yang tayang perdana di Netflix pada (14/1) lalu ini sangat cocok untuk kalian yang sedang dicampakkan atas nama cinta. Selain itu, sentuhan komedi di dalamnya membuat film ini semakin menghibur. Dengan demikian, pastinya film ini akan dicintai oleh penikmat film terkhusus oleh para pengagum karya-karya Didi Kempot. Jangan jatuh cinta, akan tetapi berdirilah di atas cinta. Jadi, apabila kita tersakiti, luka tersebut tidak akan membekas terlalu dalam. Begitulah pesan tersirat yang tersampaikan dalam film Sobat Ambyar ini. Yaitu untuk mengajarkan kita bahwa dalam mencintai seseorang cukup sewajarnya saja. (Anton Rumandi)

 

Editor: Delima Purnamasari


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.