Header Ads

Exfest Meteor 2018: Berwirausaha Sambil Ciptakan Teknologi

Penyelenggaraan Exfest Meteor pada Sabtu (27/10) di Lapangan Softball. (Foto: Muhammad Hasan)
Sleman, SIKAP – Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi UPN "Veteran" Yogyakarta sukses menggelar Exfest Meteor pada Sabtu (27/10) malam. Exfest Meteor merupakan expo dan festival wirausaha yang rutin digelar setahun sekali. Acara ini tergabung dalam rangkaian  mata kuliah Teknopreneurship atau mata kuliah wirausaha yang ada di Jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan Exfest yang ke-6. Berbeda dengan sebelumnya, untuk pertama kalinya agenda ini diadakan di lingkungan Kampus Condongcatur UPN "Veteran" Yogyakarta, setelah sebelumnya hanya digelar di Kampus Babarsari.

Acara yang dipandu oleh Silmi dan Muhammad Arif ini dimulai dengan sambutan dari perwakilan Jurusan Teknik Informatika, Frans Richard Kodong dan Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika, Irfan Hamami. Kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan beberapa band, terutama dari kalangan mahasiswa. Sepanjang acara, mahasiswa diperkenankan untuk menampilkan kegiatan berwirausahanya. 

Dosen pengampu mata kuliah Wirausaha sekaligus penanggung jawab acara, Oliver Simanjuntak mengatakan bahwa tujuan diadakannnya acara ini adalah untuk menerapkan apa yang dipelajari di mata kuliah Teknopreneurship dan mengasah skill dalam menciptakan dan menjual teknologi yang mereka ciptakan.

Sekilas acara ini seperti expo wirausaha pada umumnya yang menyuguhkan berbagai ide dan kreativitas mahasiswa dalam wirausaha. Tetapi ada yang berbeda di Exfest Meteor 2018, di sini mahasiswa tidak hanya menawarkan produk yang mereka hasilkan namun mereka juga harus membuat berbagai teknologi yang bisa dicoba oleh pengunjung atau pembeli produk mereka. 

Penilaian setiap stand ini tidak hanya berdasarkan penghasilan yang didapatkan dari produk yang di jual, namun teknologi yang diciptakan juga ikut dinilai melalui voting dengan stiker yang dimiliki pengunjung. Stiker ini dapat diperoleh jika pengunjung berbelanja minimal Rp10.000 lalu menukarkan nota yang didapatkan di kasir. 

“Untuk mahasiswa kami, kami mewajibkan teknologi digital dan harus kreasi sendiri apapun bentuknya. Teknologinya harus berbau digital karena basic kami di digital,” ujar Oliver Simanjuntak kepada Sikap di lapangan softball UPN Veteran Yogyakarta yang menjadi venue Exfest. Dengan syarat teknologi digital ini, setiap kelompok mahasiswa menunjukkan kebolehannya. Ada yang menyediakan aplikasi kuis, aplikasi roulette, hingga aplikasi untuk teknologi virtual reality (VR). 

Total ada 40 stan di acara Exfest yang menjajakan berbagai produk, baik makanan maupun minuman, mulai makanan tempo dulu hingga makanan kekinian, seperti kue jaring laba laba, lumpia, cilor, sosis bakar, nasi goreng, thai tea, dan masih banyak lagi yang dikreasikan dengan inovasi mereka masing-masing. Tidak lupa juga dengan berbagai teknologi yang telah diciptakan oleh para mahasiswa yang merupakan salah satu syarat juga dalam membuka stan di acara ini. Selain mahasiswa, dosen dan sponsor pun turut memeriahkan acara dengan membuka stan, namun untuk sponsor tidak diperkenankan untuk membuka stand makanan dan minuman karena rata- rata mahasiswa menyediakan makanan dan minuman. 

Pada dasarnya Oliver menginginkan adanya kolaborasi antar jurusan. Mengingat kampus lain memiliki pasar di hari Minggu pagi, maka beliau ingin membuat acara di malam hari. Harapannya acara ini dapat mengembangkan kampus UPN “Veteran” Yogyakarta sekaligus menjadi ajang pesta malam hari bagi mahasiswa di Yogyakarta. (Diva Arifin dan Muhammad Hasan)

Editor: Lajeng Padmaratri
Diberdayakan oleh Blogger.