Header Ads

d’CATCH 2018: Thailand, Kami Datang!

Foto bersama dalam agenda pelepasan tim d'Catch 2018 UPN 'Veteran' Yogyakarta, Rabu (17/1). (Foto: Dwi A.N.)

Sleman, SIKAP ‒ De-Centralized Asian Transnational Challenge (d’CATCH) kembali digelar. Setelah tahun lalu menjadi tuan rumah, pada kesempatan ini 15 orang perwakilan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Indonesia akan diberangkatkan ke Chulalongkorn University, Bangkok. Seluruh tim beserta pendamping akan berangkat Sabtu (20/1) besok kemudian menetap di Thailand selama 1 minggu.

      Sebelum keberangkatan, pada Rabu (17/1) mulai pukul 09.00 diadakan acara pelepasan tim d’CATCH 2018 yang bertempat di Laboratorium Public Relations UPN "Veteran" Yogyakarta. Rangkaian acara seperti pengenalan peserta, sesi tanya jawab, penjelasan tim, dan pemutaran video terlaksana dengan lancar. Terlihat Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Dr. Subhan Afifi, M. Si; Wakil Dekan 1 FISIP, Dr. Hasto Joko Nur Utomo; dan Kepala Kantor Urusan Internasional UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Rukmo turut hadir melepas tim peserta d’CATCH 2018 beserta 3 pendamping.

      Dari ketiga pendamping, Senja Yustitia merupakan salah satu dosen yang mendampingi tim d’CATCH 2018 Indonesia. “Pertama, mereka harus bisa membagi waktu, antara kuliah dengan d’CATCH. Kita menagih komitmen anak-anak tidak main-main, mereka harus ikut meeting, diskusi, produksi, ada jadwalnya. Kedua, tidak mudah membuat teman-teman punya komitmen yang tinggi dari awal sampai akhir,” jelasnya mengenai kesulitan yang harus dihadapi tim peserta.

      Selalu menjadi pendamping agenda d’CATCH membuat Senja merasakan berbagai atmosfer dari tahun ke tahun. Menurutnya, perbedaan persiapan tahun ini dengan tahun sebelumnya selain peserta mahasiswa yang pasti selalu berbeda, yaitu ide video yang semakin kesini makin out of the box.

      Seperti tahun-tahun sebelumnya, d’CATCH diikuti oleh peserta dari 5 negara yaitu Indonesia, Thailand, China, Jepang, dan Filipina. Agenda ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya antar negara melalui media audio visual.

      Tahun ini, tema besar d’CATCH 2018 adalah ‘Next’. Tema besar ini kemudian dipecah menjadi 5 kelompok dengan masing-masing tema kecil, yaitu ‘Alternative’ membahas musik alternatif, ‘Food’ membicarakan kopi sebagai komoditas industri, ‘Lifestyle’ mengusung kebiasaan running, ‘Media’ mengangkat tentang copyright, dan ‘Relationship’ mengambil dating online application.

      Alifa Justisia, selaku salah satu peserta menuturkan bahwa ia tertarik untuk ikut menjadi peserta d’CATCH 2018 agar menambah pengalaman dan upayanya untuk mencari link. “Kesiapannya kalau kemarin (saat di Indonesia) jadi LO (liaison officer), yang penting selain bahasa itu bersikap ramah, lebih care. Kalau di tim ini, basically aku bukan anak Broadcasting, jadi harus perlu banyak latihan, persiapan mental, dan juga keuangan,” jelas mahasiswi angkatan 2014 tersebut.

      Lain halnya dengan mahasiswi 2017 ini, yang memiliki minat terhadap audio visual sehingga membawanya ikut rangkaian d’CATCH 2018. “Lebih ke relasi dengan teman, bagaimana bisa satu pendapat sama kelompok," tutur Malida Zulfaniazahra Riski. Ia menambahkan, timnya mengalami kesulitan pada editing. "Untuk temaku (tema kecil), visualisasinya belum bisa. Apalagi tentang media dan hak cipta, editingnya susah,” terangnya.

      Senja berharap untuk tim d’CATCH 2018 agar bisa membawa citra Indonesia dengan baik. “Anak-anak bisa percaya diri. Kita harus bisa menunjukkan citra Indonesia yang baik, karakteristik nggak perlu luntur, justru itu menjadi pembeda kita dengan negara lain. Kemudian berani mengambil peran yang penting saat di tim, berbicara, menyampaikan ide dan gagasan,” jelasnya. (Ida Nur Apriani)

Editor: Lajeng Padmaratri
Diberdayakan oleh Blogger.