Header Ads

d’CATCH 2018: Ajang Mahasiswa Jalin Relasi Internasional

d'CATCH 2018 Thailand. (Official d'CATCH 2018 Thailand)

      de-Centralized Asian Transnational Challenges (d’CATCH) merupakan kegiatan rutin tahunan yang diikuti Indonesia sejak tahun 2013 di Bangkok, Thailand. Indonesia melalui Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta akhirnya menjadi anggota tetap dan rutin mendelegasikan mahasiswa-mahasiswi yang memiliki ketertarikan dalam pertukaran budaya setiap tahunnya.

      d’CATCH menjadi ajang yang memberi kesempatan bagi peserta dalam tim untuk membuat sebuah film berdurasi maksimal 5 menit berdasarkan tema kecil dan tema besar yang sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara. Film tersebut menjadi sarana dalam menyatukan kesepahaman kultur di antara peserta, karena perbedaan budaya maupun bahasa yang diperlihatkan secara tidak langsung dalam film.

      Sejak 2014, d’CATCH telah terlaksana di Chiba, Jepang; pada 2015 di Nanjing, China; hingga pada 2016 di Manila, Filipina. Beruntung, pada tahun 2017 kemarin UPN ‘Veteran’ Yogyakarta berkesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut di Yogyakarta, Indonesia. Tahun ini d’CATCH diadakan kembali di Bangkok, Thailand.

      d’CATCH 2018 Thailand mengusung tema besar yaitu ‘Next’. Tema besar ini kemudian dibagi lagi menjadi lima tema kecil. Perwakilan Indonesia mengemas kelima tema tersebut dengan pembahasan yang apik dan baik, salah satunya pada tim ‘Alternative’ yang membahas musik alternatif di Indonesia yang kian diminati dibandingkan musik mainstream. Tema kecil lain yaitu ‘Food’, di mana disajikan fakta tentang kopi sebagai komoditas industri mulai dari kualitas biji kopi, fashion, hingga perfilman Indonesia. Tema ketiga yaitu ‘Lifestyle’ yang mengambil budaya running sebagai kesadaran kesehatan atau sekadar fenomena eksistensi semata. Era digital juga diangkat melalui tema kecil ‘Media’, yang mengangkat tentang copyright dan fenomena plagiasi. Tema terakhir yaitu ‘Relationship’ yang membahas permasalahan aplikasi online dating pada penggunanya yang bisa saja berdampak postif ataupun negatif, khusunya di wilayah Yogyakarta.

      Sebanyak lima universitas dari lima negara yang tergabung dalam kegiatan ini, diantaranya Communication University of China, Kanda University of International Studies Jepang, Chulalongkorn University Thailand, University of Santo Tomas Philippines, dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Di Indonesia, ajang ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta yang secara sukarela mau berkontribusi.

      Berbeda dengan mahasiswa dari negara lain, seperti Kamin salah satu peserta dari Chulalongkorn University Thailand. “Aku ikut d’CATCH karena ini proyek besar kelasku tentang cara membangun kerjasama dengan negara lain dalam berbagi ide, menciptakan sesuatu yang baru, dan syarat di jurusanku agar aku bisa lulus. Tidak ada pilihan untuk aku tidak ikut,” jelas Kamin secara eksklusif ketika dihubungi awak Sikap. Mahasiswa yang memiliki nama lengkap Yuwamit Mueangdee ini mengikuti d'CATCH 2018 Thailand dan tergabung dalam tim 'Media'.

      Tidak ada batasan bagi para mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta untuk mengikuti agenda ini. Selagi mereka mempunyai keinginan untuk berkomitmen dan tercatat sebagai mahasiswa aktif, maka mereka bisa bergabung.

      “Tahun lalu saat d’CATCH 2017 di Indonesia aku jadi panitia dan aku udah ngerasain atmosfer acaranya. Dari situ aku pengen lebih terlibat lagi dengan menjadi peserta, apalagi tahun ini ke luar negeri yang makin nambah aku tertarik mengikuti acara d’CATCH ini,” ungkap Rizky Basuki, salah satu perwakilan tim ‘Relationship’ dari Indonesia.

      Sama halnya dengan Basuki, Sirada Swangseang mahasiswa asal Thailand yang sudah mengikuti d’CATCH 2017 Indonesia dan d’CATCH 2018 Thailand beranggapan kegiatan ini membuat dirinya sangat senang. “Kegiatan ini membuat aku mendapatkan teman baru dan sampai kegiatan usai pertemanan tetap terjalin baik. Waktu seminggu untuk bekerja melakukan bridging sangat lama, tetapi seminggu bersenang bersama-sama itu adalah hal yang singkat bagiku,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Namgrong saat dihubungi via aplikasi messenger Facebook kepada awak Sikap. Kali ini, ia tergabung dalam tim 'Alternative'.


Tim Indonesia saat acara pelepasan d'CATCH 2018 Thailand, Rabu (17/01). (Foto: Dwi A.N.)

      Selaku salah satu dosen pendamping tim d’CATCH Indonesia, Senja Yustitia menuturkan bahwa kegiatan ini sudah membuka cara pandang baru bagi mahasiswa yang pernah mengikuti d’CATCH. Hal tersebut seperti mempunyai keinginan studi lanjut ke luar negeri karena bertemu orang-orang baru dari luar. “Contohnya ada alumni bernama Nunik yang merupakan salah satu alumni d’CATCH yang sekarang melanjutkan studi di Chulalongkorn University Thailand. Banyak pula mahasiswa lain yang bertanya-tanya soal beasiswa dan penerimaan mahasiswa di luar negeri kepada para dosen,” ujarnya saat konferensi pers di Ruang Laboratorium Public Relations, Rabu (17/01).

      Rangkaian kegiatan d’CATCH 2018 Thailand dimulai tanggal 21 – 27 Januari 2018 di Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand. Selama seminggu para peserta akan mempresentasikan film mereka, bertukar pendapat soal budaya dan kebiasaan, hingga melakukan bridging agar film dari tiap tim masing-masing negara dapat menjadi satu-kesatuan yang memiliki makna dan maksud tertentu. d’CATCH bukanlah ajang untuk berkompetisi, melainkan ajang berkontribusi. Pembuatan film hanya sebagian kecil dari rangkaian acara karena inti kegiatan ini adalah agar peserta bisa menyampaikan gagasan mereka dan berkomunikasi dengan peserta dari negara lain. Merupakan suatu kebanggan bagi Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta menjadi satu-satunya kampus yang mewakili Indonesia. (Dwi Atika Nurjanah)

Editor: Lajeng Padmaratri
Diberdayakan oleh Blogger.