Header Ads

Fourtwnty, Ketika Band Indie Menyampaikan Pesan Kedamaian


Fourtwnty ketika menyapa penggemarnya (Foto: Ali Farhan)
      Fourtwnty, siapa anak muda yang tidak tahu akan band indie beraliran folk ini. Band yang tengah naik daun dengan tembang lagu ‘Zona Nyaman’ ini sedang berada di puncak popularitas. Band yang dipelopori oleh Ari Lesmana, Nuwi, dan Akar ini mampu terbang menyamai band-band ternama yang bukan masuk dalam kategori indie di Indonesia seperti Ungu, Padi, Nidji, dan lain lain.

      Semua itu bukan tanpa kerja keras. Ari Lesmana dan kawan-kawan telah bergelut di Fourtwnty sejak lama. Hasilnya mereka mampu mengeluarkan album pertama mereka yang dirilis secara independen yaitu “Lelaku”. Namun pada dasarnya Ari Lesmana, Nuwi, dan Akar hanyalah seorang seniman di bidang musik yang ingin menyampaikan pesan-pesan berisi toleransi, perdamaian, dan keanekaragaman kepada pendengar. Bagi mereka kepopularitasan hanyalah sebuah angka yang tidak memberi kepuasaan batin, cukup para pendengar memahami lagu lagu mereka, maka mereka akan puas karena itulah tujuan mereka.

Fourtwnty ketika perform di GOR UNY (Foto: Ali Farhan)
      “Zona Nyaman” yang menjadi soundtrack sebuah film ternama di Indonesia ini menjadikan lagu ini tengah booming di kalangan anak muda. Bahkan, hampir di setiap radio banyak memutar lagu ini. Alunan nada yang santai dan suara khas dari Ari Lesmana membuat siapapun mendengar terbawa kedalam alunan melodi. Seperti biasa, Fourtwnty membuat lagu ini khas dengan pesan yang mudah dicerna siapa saja yang mendengar. Lagu yang membuat kita berpikir out of the box, hidup bukan hanya materi, namun hidup yang sebenarnya adalah kedamaian.

      Sebelum lagu "Zona Nyaman" memanjakan telinga kita saat ini karena diputar di mana mana, lagu “Aku Tenang” dari album pertamanya juga cukup terkenal. Seperti judulnya, siapapun yang mendengarnya mampu dibuat tenang. Alunan gitar yang pelan mendayu bersanding dengan suara Ari Lesmana yang mengayu ke ketenangan. Liriknya pun tidak kalah membuat tenang, jika kita baca dan dengar dengan seksama lirik ini berisi syair yang mengalun pas dengan nadanya.

      Fourtwnty, bukan sekadar musisi biasa dalam menyanyikan sebuah lagu. Mereka menyampaikan sebuah pesan, kedamaian, keaneragaman, dan toleransi terhadap banyak hal. Itulah yang memikat para pendengar untuk mencintai musik mereka.

      Kabar baiknya untuk pencinta musik Fourtwnty, mereka akan segera menyampaikan pesannya kembali di Yogyakarta, yaitu mereka akan mengisi di acara Commfest 2017 yang digelar pada tanggal 4 November 2017 di PKKH UGM. (Ali Farhan Qutb)


(Editor: Mufqi Rafif)
Diberdayakan oleh Blogger.