Header Ads

Tiga Medali Emas untuk Vocalista Paradisso

 
Penampilan Vocalista Paradisso di 4th Asia Pacific Choir Games & Grand Prix of Nations. (Dok: Vocalista Paradisso)


Sleman, SIKAP – Kabar gembira dibawa oleh Kelompok Paduan Suara Vocalista Paradisso dari Sri Lanka. Unit Kegiatan Mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta ini menyabet tiga medali emas pada kompetisi Fourth Asia Pacific Choir Games & Grand Prix of Nations 2017 di Colombo pada Selasa (24/10).

      Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Interkultur yang dimulai 21-28 Oktober 2017. Wakil Ketua Vocalista Paradisso sekaligus GM Kompetisi APCG 2017 untuk tim Vocalista Paradisso, Muhammad Haiqhal Akbar, 20 tahun, menyampaikan timnya mengirim 39 peserta yang didampingi oleh empat pendamping.

      Pada kesempatan ini Vocalista Paradisso mengikuti dua kategori lomba, yaitu folklore acapella dan mix choir pada 21-24 Oktober 2017. Mereka berkompetisi bersama 72 choir dari sembilan negara, yaitu Cina, Kroasia, Latvia, Rusia, India, Indonesia, Iran, Thailand, dan Sri Lanka. Vocalista Paradisso sendiri menampilkan empat lagu untuk masing-masing kategori. Selain untuk kompetisi, Vocalista Paradisso juga mendapat kesempatan mengisi opening concert serta friendship concert.

      Menurut Haiqhal, persiapan sudah dilakukan sejak bulan Mei namun mulai efektif sebulan sebelum kompetisi, “Yang pasti siapin mental anak-anak untuk tampil ke depan karena biasanya kalau sudah tampil emosian. Selanjutnya lagu, koreografi, fisik, terus cari dana sana-sini,” ujarnya.

      Haiqhal juga mengaku menemukan beberapa kendala dalam mempersiapkan choir Vocalista Paradisso, “Sebenarnya untuk dana sendiri nggak begitu bermasalah. Cuma karena beda finansial tiap orangnya jadi itu yang bermasalah. Untuk squad sendiri bisa dibilang agak timpang karena lebih banyak sopran, yaitu enam belas, alto cuma delapan, bass hanya enam, dan tenor sembilan orang," ungkap Haiqhal.

      Selain itu auditorium yang tengah direnovasi juga menjadi kendala karena mereka melakukan latihan di tempat tersebut. Menurut salah satu anggota tim, Kirana Nastase Walatri Dei, 20 tahun, mengatakan lawan terberat untuk kategori folklore acapella justru dari tim yang berasal dari Indonesia. Sementara itu bagi Haiqhal tantangan berasal dari kategori mix choir dari Sri Lanka.

      Tim pun berhasil memperoleh dua medali emas untuk level championship dan grandprix pada kategori folklore acapella, dan satu emas untuk level grandprix kategori mix choir. Ana, panggilan akrab dari Kirana, mengungkapkan bahwa ia dan timnya bangga bisa membawa pulang medali kemenangan. “Bersyukur banget karena kalau dilihat dari paduan suara lain kita banyak keterbatasan, dari dana, tempat latihan, persiapan, SDM. Jadi buat pencapaian itu kita banggalah. Ini pertama kali kita masuk Grandprix, jadi ini pencapaian yang lebih dari tahun sebelumnya,” pungkas Ana saat ditemui Sikap setelah kepulangannya dari Sri Lanka.

      Setelah memperoleh penghargaan ini, Vocalista Paradisso berencana mengikuti kompetisi-kompetisi lain. “Sebenarnya kita sudah mempersiapkan anggota supaya nggak main-main. Jadi kita kompetisinya ke Eropa langsung dua sekalian, kira-kira September tahun depan. Kalau nggak, ya, paling ke Bali International Choir Festival,” tutup Haiqhal. Ia juga menambahkan hal ini sebagai usaha membantu kampus supaya mendapat akreditasi yang lebih baik. (Aqmarina Laili)

Editor : Lajeng Padmaratri
Diberdayakan oleh Blogger.