Header Ads

Perayaan Waisak : 1999 Lampion Diterbangkan

 Editor : Jalu RD

Suasana acara pelepasan lampion di Lokasi Aksobhya, Candi Borobudur, Rabu(10/05). (Ida Nur Apriani)
 

Sebanyak 1999 lampion diterbangkan di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah saat perayaan malam Waisak, Rabu (10/05) malam. Acara yang kembali digelar di kompleks Candi Budha terbesar di Indonesia ini memberikan kesan tersendiri bagi pengunjungnya. 

Pelepasan lampion merupakan rangkaian acara guna memperingati Perayaan Tri Suci Waisak 2561BE/2017 yang jatuh pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Namun, kegiatan melepas lampion dilaksanakan satu hari sebelumnya pada pukul 21.00-00.00 WIB. 

Irene Laurensia, selaku panitia menuturkan bahwa tujuan diadakan acara ini karena makna lampion itu sendiri. “Lampion melambangkan penerangan, kita umat Buddhist berharap kalau dengan kita menerbangkan ini, harapan-harapan kita terkabul, bisa jadi pribadi yang lebih baik, dalam hidup kita,” jelas perempuan asal Tangerang itu.



Sebelum melepas 1999 lampion di Lokasi Aksobhya, ada serangkaian acara menarik, yaitu pawai dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, kemudian ritual kebaktian dari macam-macam majelis agama Buddha. Lalu, setelah menerbangkan lampion tersebut juga diadakan ritual detik-detik Waisak di Zona 1 Candi Borobudur. Namun, untuk mengikuti serangkaian acara tersebut, khususnya pelepasan lampion, pengunjung dikenakan biaya Rp. 100.000,-/orang.



Rangkaian acara  untuk memperingati Waisak ini digerakkan oleh Walubi. Mereka adalah keluarga umat Buddhist. Sebuah organisasi yang menaungi umat-umat Buddhist di Indonesia. Para panitia yang membantu jalannya kegiatan juga tersebar dari seluruh Indonesia. Bersatu, berpegang tangan demi lancarnya acara.



Kegiatan yang selalu mengundang perhatian dan antusiasme wisatawan baik lokal maupun mancanegara ini tak pelak menjadi pilihan berlibur di hari Waisak. “Aku suka, sangat,” tutur Barbara Bechter salah satu pengunjung acara. Wanita cantik yang berasal dari Austria tersebut datang bersama ketiga temannya dan sangat menikmati acara ini. Mereka begitu tertarik dengan acara semacam ini.

Menurut Nienke Lips, perempuan asal Irlandia, mengungkapkan bahwa dia begitu tertarik untuk mengetahui kebudayaan dan berpartisipasi di festival ini. (Ida Nur Apriani)
Diberdayakan oleh Blogger.