Header Ads

Menjejaki Rendahnya Minat Mahasiswa FISIP terhadap PKM

Logo PKM. (Sumber: laman simbelmawa)

PKM atau Program Kreativitas Mahasiswa merupakan salah satu ajang bergengsi di kalangan mahasiswa yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Diinisiasi oleh Kemenristek Dikti, PKM telah mendanai puluhan ribu proposal kreatif dihitung sejak awal dilaksanakan tahun 2001 silam. Saat ini, PKM menjadi kegiatan yang digalakkan hampir di seluruh universitas di berbagai fakultas, termasuk UPNVY. Lantas, bagaimana sepak terjang minat mahasiswa terhadap PKM di UPNVY khususnya FISIP?

Tingkat partisipasi PKM di fakultas UPNVY. (Sumber: Suarasikap/Annisa Hasna D.)
Berdasarkan data yang dimiliki oleh ISR (Interdisciplinary Scientific Research), UKM yang mengkoordinasi pelaksanaan PKM di UPNVY, mengatakan bahwa FISIP merupakan fakultas dengan angka partisipan PKM terendah yakni hanya 113 pendaftar. Jumlah partisipan ini kalah tertinggal dibandingkan dengan fakultas lain seperti FEB dengan 235 pendaftar, FTI 200 pendaftar, FP 180 pendaftar, dan FTM dengan 150 pendaftar. Tentu saja hal ini menimbulkan banyak pertanyaan penyebab kurangnya partisipan mahasiswa FISIP mengikuti PKM. Padahal, PKM sebelumnya telah ditetapkan menjadi syarat wajib mahasiswa baru mendapatkan sertifikat di Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PPKBN) 2021 lalu.

Kelvin Gifarel Aziz, mahasiswa Prodi Hubungan Masyarakat tahun 2021 menjelaskan bahwa informasi awal yang simpang siur dan tidak pasti menjadi kendala baginya mengikuti PKM. Ia menuturkan setelah beberapa lama informasi tentang mahasiswa baru yang wajib untuk mengikuti PKM dikeluarkan oleh akun Instagram resmi PKKBN, mereka baru diwajibkan untuk mengikuti Zoom Meeting yang diadakan oleh PKM Center.

“Kami juga cukup lama tidak mendapatkan informasi terbaru untuk kegiatan PKM selanjutnya, hal ini yang bikin kami bingung. Kami baru dapat informasi setelah ada yang bertanya kepada panitia PKM dan mereka menjelaskan akan ada pengumpulan proposal pada tanggal 6 atau 7 November gitu. Kita kan kaget, kok tiba-tiba informasinya,” papar Kelvin.

Selain informasi yang tidak jelas dan adanya pengumpulan mendadak, kesulitan mendapatkan dosen pendamping hingga narasumber menjadi kendala lain Kevin dalam mengikuti PKM. “Kesulitan aku selama mengerjakan proposal PKM ini memilih permasalahan penelitian (research problem). Terus pada waktu itu  kita juga susah dalam mencari orang untuk kita wawancarai soalnya kan dulu waktu kasus Covid baru tinggi, jadi kayak susah juga untuk mencari banyak inspirasi untuk membuat proposal ini,” tambah Kelvin.

Afifah Misbar, Kepala Bidang Event Organizer PKM Center menjelaskan rendahnya partisipasi mahasiswa FISIP dalam mengikuti PKM dikarenakan kurangnya minat mahasiswa di bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat. Padahal, mahasiswa FISIP dapat mengikuti PKM bidang Riset Humaniora (RSH) dan Pengabdian Masyarakat (PM) yang sesuai dengan jurusan dan prodi yang ada di FISIP. Afifah juga menambahkan partispasi yang kurang ini bisa dikarenakan kurangnya apresiasi dari fakultas dan prodi ketika ada mahasiswa yang lolos pendanaan.

Menyikapi rendahnya partisipasi, PKM Center melalui acara PKM Tour to Faculty mencoba menggaet kembali minat mahasiswa terhadap PKM. Kegiatan ini difokuskan pada mahasiswa baru, karena adanya program kepada mahasiswa baru untuk ikut PKM. Hal ini dilakukan untuk membentuk budaya ikut PKM di setiap fakultas.

“Pengaruh PKM yang diwajibkan untuk mahasiswa baru hanya dalam kuantitas saja, tidak dalam kualitas. Mindset maba yang cuma untuk dapat sertifikat, seharusnya sejak awal diikuti dengan serius dengan mindset lolos dan menambah pengalaman di bidang riset,” tambah Afifah.

Virginia Ayu Sagita, dosen Prodi Hubungan Masyarakat yang menjadi salah satu pendamping tim PKM 2021 menjelaskan banyak alasan penting kenapa mahasiswa sangat disarankan untuk mengikuti PKM. Ia menyebutkan PKM akan membuat mahasiswa terbiasa dengan riset yang tentu saja akan berguna ilmunya ketika mengerjakan skripsi. Selain itu, mahasiswa juga bisa mengembangkan potensi yang dimiliki dengan mengikuti PKM.

Virginia juga menambahkan setiap bidang di PKM akan sangat membawa manfaat bagi mahasiswa. Misal bidang kewirausahaan di PKM akan membuat mahasiswa menjadi terbiasa dengan dunia bisnis, memikirkan riset awal bisnis, strateginya, dan semua persiapannya. Dengan ini diharapkan akan membuat mahasiswa jadi terbiasa dan tidak akan kebingungan ketika terjun di dunia bisnis. Selain itu, bidang PKM lain seperti pengabdian masyarakat juga membuat mahasiswa terbiasa membantu masyarakat sekitar yang sangat membutuhkan ilmu dan tenaga dalam kegiatan ini. (Ghalda Nauli S)


Editor: Yahya Wijaya Pane

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.