Header Ads

Orasi Pemura 2027: Mahasiswa Pertanyakan Kesiapan Paslon BEM KM UPNVY

Kegiatan Orasi Pasangan Calon Nomor Urut Satu BEM KM UPNVY di Public Space, FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta. (Sumber: Maharani Mantika Naila/LPM Sikap)

Yogyakarta Sikap - Pelaksanaan orasi calon Ketua dan Wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Pembangunan “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) menuai sejumlah kritik dari mahasiswa. Dalam menyampaikan gagasan, kejelasan visi-misi, hingga pemahaman terhadap persoalan mahasiswa menjadi beberapa hal yang perlu disoroti dalam orasi berlangsung Selasa (3/11/2026) lalu.


Salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi, Natasha, menilai penyampaian orasi belum sepenuhnya jelas. Menurutnya, para calon perlu mempersiapkan materi dengan lebih matang, termasuk memahami persoalan yang dihadapi masing-masing fakultas. Ia menilai, pemahaman tersebut tidak bisa disamaratakan karena setiap fakultas memiliki kebutuhan dan permasalahan yang berbeda. “Kalau memang di FISIP, siapkan worst case-nya seperti apa. Masalah apa di FISIP, di FEB bagaimana, FEB, FP, dan fakultas lainnya. Berarti perlu kesiapan dan perlu memahami setiap fakultas,” ujar Natasha dalam menilai penyampaian orasi pasangan calon (pasangan calon).

Lebih lanjut, Natasha menilai para calon perlu turun langsung ke setiap fakultas untuk memahami kondisi mahasiswa. Menurutnya, hal tersebut penting agar calon pemimpin tidak menganggap seluruh fakultas memiliki kebutuhan dan permasalahan yang sama. “Ya tentu, jadi belajar memahami medannya saja. Jangan sampai memukul rata bahwa semua fakultas memerlukan hal yang sama atau memiliki permasalahan yang sama,” ucapnya.

Kritik lain disampaikan oleh Fikri, Mahasiswa Hubungan Internasional sekaligus keluarga mahasiswa UPNVY yang akan terdampak terhadap BEM KM kedepannya, ikut serta menghadiri orasi oleh paslon tunggal BEM KM UPNVY. Menurutnya, visi misi serta program yang disampaikan masih kurang puas dan paslon belum memiliki gambaran jelas terhadap apa yang akan mereka bawa nanti.

Beberapa pertanyaan dari Fikri dan jawaban yang diberikan oleh paslon dianggap kurang jelas. “Apalagi di sini yang mereka bawakan banyak sekali perubahan dari BEM KM tahun sebelumnya. Seperti tadi perubahan dalam Penggalian Pengembangan Karir dan Inovasi (PPKI), kemudian berganti nama menjadi karir atau apa itu saya lupa. Mungkin saya pertanyakan juga bagaimana nanti proses seleksi Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan juga Veteran Research and Development (VERDE),” jelas Fikri kembali mengulang jawaban paslon dalam menjawab pertanyaannya.


Kritik serupa disampaikan oleh Alex (nama samaran), mahasiswa Administrasi Bisnis. Ia menilai materi yang dibawakan sebenarnya sudah cukup baik, tetapi persiapan calon masih perlu diperkuat agar gagasan yang disampaikan dapat meyakinkan mahasiswa. “Cuman mungkin dari mereka sendiri masih kurang mempersiapkan hal tersebut, sehingga dalam pemaparan atau pembawaanya itu masih kurang meyakinkan khalayak umum,” ungkapanya. 


Selain persoalan penyampain, Alex juga menyoroti pemahaman calon terhadap kondisi dan persoalan di masing masing fakultas. Menurutnya calon pemimpin BEM KM perlu mengenali karakter organisasi serta berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa agar program yang ditawarkan tidak hanya bersifat umum. 


Menanggapi kritik tersebut, calon Ketua BEM KM, Teofilus Manjalebakara, menyampaikan pihaknya telah mempersiapkan orasi dengan matang. Ia meluruskan anggapan bahwa penyampaian visi-misi dan gagasan dilakukan secara terburu-buru. “Kalau ditanya terburu-buru, rasa-rasanya dari kami berdua tidak demikian. Tentu ada persiapan yang matang,” ujarnya.

Mengenai anggapan bahwa calon belum menunjukkan pembeda dari kepemimpinan sebelumnya, Teofilus menjelaskan pembeda sebuah kabinet tidak hanya terletak pada program kerja yang ditawarkan, tetapi juga pada konsep dan gambaran besar kepengurusan yang dibangun. “Pembeda itu bukan hanya tentang bagaimana program kerja yang dibawakan, tetapi bagaimana konsep ataupun gambaran besarnya. Bisa melalui program  ataupun visi-misi besarnya, bukan hanya dalam bentuk program, tetapi juga gagasan yang dibawakan secara umum,” jelasnya.

Terkait kritik mengenai kurangnya pemahaman terhadap persoalan di setiap fakultas, Teofilus mengakui bahwa BEM KM saat ini memang dirasakan belum memberikan dampak yang cukup bagi mahasiswa. Melalui rencana kabinet yang dibawanya, ia berharap BEM KM dapat memberikan dampak yang lebih nyata bagi Keluarga Mahasiswa UPNVY.

Sementara itu, terkait penyebaran visi-misi dan program kerja, ia menyampaikan bahwa publikasi melalui media sosial maupun kanal lainnya telah direncanakan dan masih dalam tahap pematangan. Menurutnya, informasi tersebut perlu disampaikan agar mahasiswa dapat memahami gagasan yang dibawa sebelum menggunakan hak pilihnya.

Tiga tahun berturut-turut, BEM KM UPNVY berhasil mencalonkan dua pasangan dalam memenangkan kursi sebagai ketua dan wakil ketua. Sayangnya, pada Pemura kali ini hanya terdapat satu pasangan calon yang mendaftarkan diri sebagai ketua dan wakil ketua BEM KM UPNVY dalam Pemura 2027. 


Menurut Fikri, terjadinya penurunan partisipasi serta minat mahasiswa menjadi tantangan tersendiri bagi KM UPNVY dalam melakukan regenerasi kepemimpinan BEM KM. “Terkait tanggapan dengan kotak kosong, tentu disini terjadi krisis regenerasi karena calonnya cuma satu. Sementara tahun lalu dua, dua tahun (kemarin) lagi masih dua. Maka ini menjadi PR bersama-sama setiap individu organisatoris. Bagaimana bisa meregenerasi kepada adik tingkatnya agar tetap mau melanjutkan tongkat estafet pemimpinan,” jelas Fikri mengenai lawan kotak kosong dalam Pemura 2027 BEM KM UPNVY.


Meski demikian, Fikri berharap pasangan calon yang akan terpilih nanti dapat menciptakan era keemasan pada BEM KM UPNVY. Tak jauh beda dengan Fikri, Alex dan Natasha juga berharap agar BEM KM UPNVY dapat menjadi wadah bagi mahasiswa UPNVY dalam berkembang serta merangkul KM UPNVY secara internal maupun eksternal dari BEM KM UPNVY.

“Kedepannya aku berharap dengan cakupan BEM KM yang luas, (paslon) itu bisa merangkul keluarga mahasiswa sendiri. Jadi bukan hanya orientasi ke dalam internalnya ataupun pengembangan dalam internalnya, tapi juga bagaimana dia juga mengembangkan apa yang ada di UPN,” tutup Natasha sebagai harapan terhadap paslon terpilih pada Pemura 2027. (Maharani Mantika Naila, Qothrunnada Karimah Mufidah)


Editor: Romadhon

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.