Ketika Zaman Berubah, Pasar Senthir Tetap Hidup di Malam Yogyakarta
![]() |
| Suasana Malam Pasar Klithikan Senthir (Sumber: Rahma Aulia) |
Yogyakarta, Sikap - Pasar Senthir, pasar barang bekas yang terletak di sebelah timur Pasar Beringharjo terlihat cukup ramai meski bukan akhir pekan. Suara lagu-lagu pop yang terputar dari speaker pedagang mengiringi langkah pengunjung menyusuri lapak demi lapak. Pasar yang beralaskan tanah, beratap langit terbuka, menambah kesan unik dari Pasar Senthir.
Berbeda dengan pasar tradisional lainnya, pasar ini justru memulai kegiatannya di malam hari. Nama Senthir sendiri diambil dari lampu teplok yang dulu digunakan sebagai penerangan pasar ini. Meski sekarang para pedagang sudah menggunakan penerangan modern, nama Senthir tetap melekat dan menjadi bagian dari identitas pasar sampai sekarang.
Menurut penuturan Hariyono, Ketua Komunitas Pasar Senthir, pasar ini sudah berdiri sejak tahun 1973. Awalnya pasar ini berlokasi di sebelah timur Taman Pintar, lalu pada tahun 2003 dipindahkan ke tempat Pasar Senthir yang sekarang.
Pedagang mulai menggelar lapak mereka saat adzan isya selesai berkumandang. Kemudian, satu persatu dari mereka mulai membereskan lapaknya saat waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Salah satu pedagang bernama Kabul mengatakan waktu paling pas untuk mengunjungi pasar ini yaitu antara jam 8 hingga jam 9 malam. Pasalnya, pada waktu tersebut, pengunjung sudah terlihat berdatangan memadati area pasar. Pasar Senthir buka setiap malam, asalkan tidak hujan.
Pasar Senthir menawarkan berbagai barang yang menarik perhatian kolektor maupun pengunjung dengan harga terjangkau. Barang elektronik, suku cadang, buku, action figure, sepatu, tas, pakaian, mainan, kaset lawas, hingga barang antik dapat ditemukan di lapak-lapak pasar ini. Meskipun terkenal dengan pasar barang antik atau barang bekas, beberapa penjual masih menyediakan barang baru. Bagi sebagian pengunjung, daya tarik Pasar Senthir terletak pada barang-barangnya yang selalu menghadirkan kejutan di setiap kunjungan. Hal tersebut dirasakan Naura, salah satu pengunjung yang cukup sering mendatangi pasar ini.
“Saya lumayan sering ke Pasar Senthir, biasanya sebulan sekali. Barangnya beda-beda terus”, ujar Naura salah satu pengunjung Pasar Senthir.
Keramaian Pasar Senthir juga terlihat dari aktivitas di sekitar area pasar. Pengunjung mulai berdatangan sejak malam hari dan sebagian besar menggunakan sepeda motor. Mas Darman, salah satu tukang parkir di Pasar Senthir, mengatakan area parkir mulai ramai sekitar pukul 19.30 hingga 21.00 WIB. Menurutnya, jumlah pengunjung biasanya semakin meningkat ketika malam minggu.
Tidak hanya pengunjung yang datang silih berganti, para pedagang juga menjadi bagian dari kehidupan Pasar Senthir yang terus berjalan dari malam ke malam. Pak Sukito, salah satu pedagang yang berjualan di sana, mengaku sudah berada di Pasar Senthir sejak lama. Ia menjual berbagai macam barang, mulai dari elektronik hingga barang-barang lain yang bisa ditemukan di lapak-lapak pasar.
Bagi Sukito, Pasar Senthir bukan sekadar tempat untuk berjualan. Ia memilih untuk tetap menetap karena kawasan tersebut masih ramai didatangi masyarakat. Keramaian itu tidak hanya terjadi pada malam minggu, tetapi juga pada hari-hari biasa selama cuaca mendukung.
“Karena kalau di kota itu masih ramai gitu,” kata Sukito.
Pengunjung yang datang pun berasal dari berbagai kalangan. Anak muda, misalnya, kerap mencari jam maupun barang-barang unik lainnya. Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, beragamnya barang yang ditawarkan menjadi salah satu daya tarik Pasar Senthir. Haris, salah satu pengunjung, mengetahui Pasar Senthir melalui TikTok. Ia mengaku awalnya mengira pasar tersebut hanya seperti pasar barang bekas pada umumnya. Namun, setelah masuk, ia justru menemukan suasana yang ramai dengan pilihan barang yang lebih beragam.
Di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat semakin mempertimbangkan pengeluaran, harga murah menjadi salah satu alasan pengunjung memilih Pasar Senthir. Haris mengatakan dirinya tertarik datang karena masih bisa menemukan barang dengan harga terjangkau tanpa harus mengorbankan kualitas. Ia juga menganggap pengunjung perlu pintar dalam memilih barang yang sesuai.
“Mungkin kalau untuk ke sini, kita bisa dapat barang murah dengan kualitas yang oke lah. Kalau memang pintar-pintar nyarinya aja sih,” ujar Haris.
Keberadaan pasar yang telah bertahan selama puluhan tahun membuat Pasar Senthir memiliki kehidupan tersendiri ketika malam tiba. Lapak-lapak mulai tertata, lampu menerangi barang dagangan, sementara pengunjung berjalan dari satu lapak ke lapak lainnya untuk mencari barang yang mereka inginkan. Aktivitas tersebut terus berlangsung hingga mendekati larut malam.
Di tengah perubahan zaman dan semakin banyaknya pilihan tempat untuk berbelanja, Pasar Senthir masih memiliki daya tariknya sendiri. Barang-barang yang beragam, harga yang terjangkau, serta pengalaman menemukan benda yang tidak selalu mudah ditemui di tempat lain membuat pasar ini tetap didatangi. Bagi sebagian pengunjung, Pasar Senthir juga menjadi pilihan untuk tetap bisa berbelanja sesuai kemampuan tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. Selama lapak-lapak masih dibuka dan pengunjung masih berdatangan, kehidupan malam Pasar Senthir akan terus berdenyut di tengah Kota Yogyakarta. Hal ini membuktikan bahwa pasar barang bekas masih punya tempatnya sendiri di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah. (Rahma Aulia, Titanya Aulian Nazma)
Editor: Nayla Enzethiana Wiandaputri Santoso

Tulis Komentarmu