Header Ads

Tak Seperti Tahun Sebelumnya, Market Day 2019 Hanya diikuti 2 Kelas

Mahasiswa berjualan di Market Day 2019 (Foto: Azura Aulia Azahra)
Sleman, SIKAP - Mata kuliah Kewirausahaan Ilmu Komunikasi 2019 telah menyelenggarakan Market Day pada minggu (15/12) di Taman Kuliner Condongcatur, Sleman. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Market Day kali ini hanya berlangsung selama satu hari dengan diikuti oleh 2 dari 5 kelas Kewirausahaan yang ada. Sebanyak 14 kelompok yang masing-masing terdiri dari 3 hingga 4 anggota menjajakan aneka makanan dan minuman. 

Antusiasme pembeli dari luar sangat rendah dan kebanyakan dihadiri oleh kalangan Ilmu Komunikasi. Keberadaan mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut tak lepas dari pelaksanaan Creative Day Advertising yang diselenggarakan bersamaan dengan Market Day di lingkungan yang sama, tepatnya Sleman Creative Space. Meskipun demikian, Annisya Asri, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2018 yang juga merupakan partisipan mengaku senang dan mendapatkan banyak manfaat dari agenda ini. 

Menurut Annisya, Sigit Tri Pambudi selaku dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan kelas B dan C mengutamakan praktik daripada sekedar teori belaka. Annisya dan kawan-kawan berjualan Mikult, minuman olahan berbahan dasar Yakult. Praktik yang Ia lakukan bersama teman-teman membantunya dalam mengembangkan kemampuan bekerjasama antar tim, juga berinteraksi langsung dengan pembeli. Sebelum melaksanakan market day ini, kelas B dan C juga telah mengumpulkan proposal saat UAS Kewirausahaan berlangsung. 

Sementara itu, 3 kelas lain yang tidak berpartisipasi dalam Market Day lebih fokus dengan pembuatan proposal Kewirausahaan dan pengelolaan toko melalui media sosial. Apsari Noor Eka Ramadhanty, mengaku kecewa karena kelasnya tidak mengadakan Market Day. Membuat perencanaan bisnis dan media sosial untuk engagement produknya belum lah cukup, karena tidak ada praktik langsung. 

Pendapat lain datang dari Ni Wayan Asa, ia beranggapan dengan membuat proposal yang disusun dalam format PKM, sudah lebih dari cukup dan tidak terlalu membebani. “Karena menurut dosen saya, kalau zaman sekarang ini orang lebih senang dan tertarik dengan akun media sosial dari suatu merek atau toko,” jelasnya. Bagi Yenni Sri Utami yang juga merupakan pengampu mata kuliah Kewirausahaan kelas D dan E, ia ingin agar mahasiswanya fokus menjalankan akun media sosial dengan menggunakan kemampuan dan ilmu yang telah didapat. (Azura Aulia Azahra)  

Editor: Rieka Yusuf

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.