Header Ads

Peserta Dies Natalis UPN Antusias Donorkan Darah


Proses pengambilan darah oleh Palang Merah Indonesia.(Foto: Beti Regina R)

Sleman, SIKAP - Aksi donor darah yang diselenggarakan di Auditorium sayap barat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta pada Sabtu (16/12) pagi berjalan dengan lancar. Agenda ini merupakan rangkaian acara Fun Walk, Fun Run, dan Fun Bike dalam perayaan Dies Natalis UPN “Veteran” Yogyakarta.
 

      Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara UPN "Veteran" Yogyakarta, Ikatan Alumni UPNVY, dan Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela (KSR) UPN “Veteran” Yogyakarta. “Kita juga berkoordinasi dengan pihak Palang Merah Indonesia. Kalau perlengkapan itu dari Ikatan Alumni-nya, biar terkoordinasi dengan baik,” jelas Ali Akrom, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2015 selaku Ketua Panitia Aksi Donor Darah. Palang Merah Indonesia yang terlibat dalam aksi ini adalah Palang Merah Indonesia Wilayah Klaten dengan mengerahkan sepuluh personel.

      Aksi donor darah ini diselenggarakan sebagai ajang kegiatan sosial, mengingat kebutuhan darah yang semakin bertambah, serta untuk menjaga pasokan ketersediaan darah dengan memanfaatkan kesempatan dalam rangkaian acara Fun Walk, Fun Run, dan Fun Bike.


      Ali Akrom memaparkan bahwa antusiasme masyarakat Kota Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dalam mendonorkan darah cukup tinggi. Akan tetapi, memasuki bulan Desember sebagai bulan untuk libur panjang, biasanya pelajar di Kota Yogyakarta akan pulang kampung, sehingga mereka yang biasanya mendonorkan darah menjadi tidak mendonorkan darahnya di Kota Yogyakarta. "Jadi kita jaga pasokan ketersediaan darahnya melalui aksi donor darah ini," tegasnya.


 
Proses pendaftaran para peserta aksi donor darah. (Foto: Adi Ihsanuddin)

     Peserta yang mengikuti aksi donor darah merupakan para peserta acara Fun Walk, Fun Run, dan Fun Bike, terdiri dari mahasiswa, akademisi, serta masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta seperti yang ditargetkan oleh panitia. Aksi ini hanya diselenggarakan mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Hal ini dikarenakan darah segar yang telah diambil hanya mampu bertahan selama 6 jam saja di ice box, sehingga harus segera diamankan di freezer dengan suhu 2-4 derajat celcius. 
      
      Hingga berita ini ditulis, sekitar 20 kantong darah telah terkumpul dari 30 peserta yang mendaftar. Jumlah ini masih tergolong sedikit, karena pihak panitia menargetkan terkumpulnya 100 kantong darah. “Antusiasme masih bagus, seperti tahun-tahun sebelumnya ketika KSR mengadakan donor darah juga. Cuma saat ini kurang penyadarannya, karena biasanya orang mengeluh sakit ketika ditusuk jarum dan sebagainya,” tutur Ali Akrom.

      Kantong-kantong darah yang telah terkumpul rencananya akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia wilayah Klaten untuk pasokan darah di wilayah tersebut. Sebab, menurut Ali Akrom, di wilayah Klaten antusiasme masyarakat untuk mendonorkan darah terbilang kurang.

      Salah satu mahasiswa yang bersedia mendonorkan darahnya ialah Ismoyo.
“Alhamdulilah, ini donor yang ketujuh kalinya dalam hidup saya,” ungkapnya. Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka ini juga menyatakan kepuasannya atas pelayanan dalam aksi donor darah kali ini. “Pelayanannya baik kok, bagus, petugasnya ramah, ruangannya juga luas. Banyak juga meja-kursi jadi bisa bersantai-santai dulu sambil nunggu sebelum mereka di-ceplus jarum,” tuturnya.



       Selain Ismoyo, Mutia Latifa juga berbagi cerita ke awak Sikap pasca mendonorkan darah. “Pelayanannya baik sih kalau menurut saya, lebih tersusun rapi, terkadang ada yang asal-asalan. Mungkin lebih dipublikasikan lagi, soalnya kan yang tahu nggak begitu banyak kan ya, mungkin yang tahu hanya yang ikut Dies Natalis saja. Mungkin dari jurusan-jurusan lain bisa digencarkan publikasinya lagi,” pungkas mahasiswi Teknik Kimia angkatan 2014 ini.



      Meski begitu, masih terdapat beberapa hal yang disayangkan oleh pihak penyelenggara aksi donor darah sendiri. “Kalau tempat pengambilan darahnya mungkin bisa dibuat tertutup. Ini kan masih agak terbuka, tetapi kalau tertutup jangan terlalu sempit, nanti kan sirkulasi udaranya jadi sedikit dan bisa menganggu proses pengambilan darahnya,” ungkap Guntur, salah satu panitia dari Palang Merah Indonesia Wilayah Klaten Bidang Pelayanan Donor Darah. (Adi Ihsanuddin dan Beti Regina Ratri)


Editor: Lajeng Padmaratri
Diberdayakan oleh Blogger.