Header Ads

Warna-Warni Peringatan Hari Batik Nasional Hiasi Kampus UPN Babarsari

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Yogyakarta mengenakan batik di Hari Batik Nasional, Senin (2/10). (Foto: Aqmarina Laili)

Sleman, SIKAP - Terlihat sejumlah mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta di Gedung Agus Salim Kampus Babarsari mengenakan kemeja serba batik pada Senin (2/10). Hal ini dilaksanakan berdasarkan himbauan dari pihak rektorat untuk memperingati Hari Batik Nasional.

      Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Panji Dwi Ashrianto menyatakan himbauan ini keluar secara resmi yang diteruskan ke masing-masing program studi. “Secara pribadi saya setuju. Batik itu budaya kita. Tanpa surat edaran pun seharusnya sudah ada kesadaran untuk memakainya. Apalagi kita hidup di Yogyakarta,” ungkapnya.

      Ia menambahkan bahwa edaran yang disampaikan rektor sasarannya hanya dianjurkan untuk dosen dan pegawai. Namun, alangkah baiknya bila diikuti oleh mahasiswa sekalian.

      Salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi, Choirunnisa Nabila Safitri (18) sangat berantusias atas himbauan ini. “Kita menunjukkan cinta dengan budaya Indonesia. Apalagi kita masyarakat Jogja yang kental akan budayanya,” ujarnya.

      Namun, masih ada sebagian mahasiswa yang tidak memakai batik seperti Gyas Sulung Saputro (19). Mahasiswa Ilmu Komunikasi ini menjelaskan bahwa ia membawa kemeja batik hanya saja tidak dipakai. “Sebab batiknya kekecilan, belum beli lagi. Meski begitu, saya menyambut baik langkah ini karena sebagai bukti mencintai salah satu budaya Indonesia. Bahkan memiliki keinginan untuk memakai batik tidak hanya di peringatan Hari Batik Nasional saja, melainkan diadakan rutin paling tidak satu hari di setiap minggunya,” ujarnya saat ditemui di Kampus Babarsari.

      Berkaitan dengan ketidakseragaman ini, Panji mengatakan edaran tersebut sifatnya menghimbau, jadi apabila tidak memakai tidak ada konsekuensinya. Dia juga berpendapat peringatan Hari Batik Nasional bisa dijadikan sebuah kesempatan, “Mungkin kalau ada yang malu pakai batik, ini momen yang tepat dan menjadi wadah pembelajaran yang bagus,” pungkasnya. (Aqmarina Laili Asyrafi)

Editor : Derry Nur Hidayat
Diberdayakan oleh Blogger.