Header Ads

Mengapa Generasi Muda Perlu Pakai Batik?

Mahasiswa Ilmu Komunikasi konsentrasi Public Relations mengenakan batik saat mata kuliah Public Speaking. (Foto: Octarinda Manjaya)

Salah satu kebudayaan Indonesia dalam hal busana yang sedang naik daun ialah kain batik. Pembuatannya yang melalui proses khusus dengan membubuhkan malam pada lembaran kain memakan waktu yang tak sebentar. Batik Indonesia sebagai keseluruhan budaya akhirnya diakui UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009. Pengakuan inilah yang membuat setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Seiring dengan peringatan Hari Batik Nasional, Rektor Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta Sari Bahagiarti turut mengkampanyekan penggunaan batik di lingkungan civitas akademica. Ia menghimbau seluruh warga kampus untuk mengenakan busana serba batik pada tanggal Senin, 2 Oktober 2017. Melalui pesan siaran di media sosial, pesan pucuk pimpinan Kampus Bela Negara itu tersebar ke mahasiswa dan berbagai lapisan unit kerja.

Lantas, bagaimana pendapat mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai generasi muda mengenai Hari Batik Nasional ini? Apa saja alasan yang membuat mereka mengenakan Batik? Simak penuturan beberapa mahasiswa berikut ini.

Reykha Octavione, Ilmu Komunikasi 2014
“Aduh, hari ini aku nggak pakai batik. Aku juga jarang banget pakai batik. Sejujurnya aku kurang suka pakai batik, karena batik yang aku punya belum begitu beragam modelnya. Ada sih kepikiran pakai batik buat hari ini. Tapi karena aku full seharian beraktivitas, aku nggak jadi mengenakan deh. Kurang nyaman bahannya. Kalo buat pakai ya paling pas acara kondangan, ya..”

Ariesca Paskatia, Ilmu Komunikasi 2017
“Alasan yang pertama karena kemarin dapat surat edaran dari kampus buat mengenakan batik. Yang kedua sih ya ikut memperingati Hari Batik Nasional, lah kalau nggak kita sebagai generasi muda yang melestarikan budaya batik, siapa lagi coba?”

Syavilla Dyane Rachmasari, Ilmu Komunikasi 2016
“Aku nggak punya batik yang cocok dipakai ke kampus. Cuma ada dress, ya masa kuliah aku pakai dress kan. Jadi hari ini aku memilih tidak mengenakan (batik). Tapi tenang, aku kadang pakai tas dengan motif batik kalau lagi pergi jalan- jalan.”

Dedy Kurniawan, Ilmu Komunikasi 2017
“Aku pribadi suka sih sama batik, karena almarhum kakekku pengrajin batik juga . Jadi kalau di rumah setiap ada acara tertentu pasti kami sekeluarga kompak mengenakannya. Nggak cuma pas Hari Batik Nasional, setiap hari Jumat aku juga sering pakai batik. Ya, menurut aku Hari Batik Nasional adalah hari yang tepat untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap batik kepunyaan Indonesia. Aku berharap dengan adanya hari peringatan ini kita semua sebagai bangsa Indonesia lebih melestarikannya, bisa dengan rajin memakai batik, atau belajar untuk membuatnya. Toh, kalau orang luar negeri ngaku-ngaku kalau batik kepunyaan bangsa dia pasti kita marah kan?”

Ternyata beragam sekali pendapat dari beberapa mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta. Apapun alasannya, kita sebagai bangsa yang berbudi memang berkewajiban untuk mencintai produk Indonesia dengan menggunakan, memupuk rasa bangga, dan bahkan ikut untuk belajar membuatnya. Selamat Hari Batik Nasional! (Octarinda Manjaya)

Editor: Lajeng Padmaratri
Diberdayakan oleh Blogger.