Header Ads

Leker Baper, Jajanan Premium Quality

 
Suasana tampak samping Leker Baper yang dipenuhi pembeli (Foto: Gilang W)


      Leker identik menjadi jajanan tradisional dengan varian topping manis. Namun, Leker Baper yang mulai berdiri pada 26 Agustus 2016 ini, berani melakukan inovasi dengan menjual produk olahan leker dengan topping kekinian.

      Leker Baper merupakan sebuah usaha dalam bidang kuliner yang menjual jajanan leker dengan topping kekinian dan tak biasa. Mengusung konsep premium quality Leker Baper menggabungkan konsep tradisional dan modern secara bersamaan.

      Dalam penjualannya Leker Baper memberikan dua pilihan varian leker yaitu leker basah dan kering. Meski memiliki adonan leker yang lebih tebal dari leker biasa, tekstur produk olahan Leker Baper tetap renyah dan enak dinikmati. Dalam proses pembeliannya, pengunjung dapat memilih jenis leker, kemudian memilih topping leker. Topping kekinian yang tersedia mulai dari cokelat, oreo, keju, pisang, cream cheese, nutella, toblerone dan lain-lain. Selain topping, Leker Baper menyediakan extra topping dalam olahan premium lekernya. Varian leker dengan topping cream cheese, oreo, cokelat keju menjadi produk best seller setiap bulannya.


Leker kering dengan toping creamcheese dan extra topping oreo. (Foto: Gilang W)

      Leker Baper memiliki bangunan dengan ciri khas berwarna kuning menyala dengan ciri khas bangunan memanjang. Menggunakan kontainer bekas yang dicat kuning dan minimalis, Leker Baper memiliki konsep “take away”. 


      “Saat ini Leker Baper memiliki 5 pegawai untuk masing-masing outlet,” ujar Gilang Wirandana selaku owner Leker Baper.

      Ketertarikan Gilang membuka usaha bidang kuliner dimulai dari hobi kulineran yang disenanginya. Bersama dengan patner bernama Dejita Pasma Norma Prima Budi, alumni Magister Hukum Ligitasi, Universitas Gadjah Mada ini mampu mewujudkan bisnis kulineran kekinian dengan omset Rp 40 juta setiap bulannya dengan dua outlet.

      Dalam perayaan satu tahun Leker Baper berdiri, Leker Baper terus melakukan inovasi pada produknya. Saat ini, Leker Baper menambahkan varian topping asin dalam olahan leker premiumnya. Mulai dari telur, tuna, beef, keju mozarella menjadi topping baru di Leker Baper.


      “Paduan leker dengan topping telur, beef mozarella dan telur, tuna mozarella mampu menjadi best seller penjualan saat ini,” ujar Gilang.



Inovasi Leker Baper mengeluarkan produk dengan toping asin(telur, beef dan mozarella) (Foto: Gilang W)

      Lewat inovasi yang dilakukan, Gilang mengakui bahwa dirinya tidak menyangka Leker Baper mampu diterima lidah orang Yogyakarta.

      Jajanan ini dapat diperoleh dengan merogoh kocek mulai dari Rp 5000 sampai dengan Rp 20.000. Buka mulai pukul 15.00 WIB, para pembeli biasanya berasal dari kalangan mahasiswa. (Maya Arina P)

(Editor: Mufqi Rafif)


Diberdayakan oleh Blogger.