Header Ads

KPUM Sukses Selenggarakan PEMURA 2017 di FISIP

Tempat Pemungutan Suara PEMURA di Taman Pentagon FISIP, Selasa (26/9). Foto: Fajar Andrian
Yogyakarta, Sikap - Pemilu Raya Mahasiswa (PEMURA) yang dilaksanakan di Taman Pentagon Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada Selasa (26/9) berlangsung lancar. Pemilihan yang berlangsung pukul 09.00-19.00 ini adalah pemilihan untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP serta pemilihan Presiden Mahasiswa.

      Pada mulanya, pemilihan dijadwalkan hanya sampai pukul 17:00 saja. Akan tetapi, sempat terdapat jeda pemilihan sehingga waktu pemilihan diperpanjang hingga pukul 19:00. Hal ini dikarenakan surat suara untuk pemilihan habis.

      Dalam pemilihan kali ini, Erdico Prasidya dan Dika Pandu mengajukan diri bertarung dengan Fachrun Pramudya dan Muhammad Rahadiansyah untuk berebut kursi Presiden Mahasiswa. Sedangkan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP, Mahendra Darujati dan Hercya Kirana maju dalam pemilihan tanpa lawan kandidat.

      Daftar pemilih dalam PEMURA 2017 merupakan mahasiswa aktif Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Yogyakarta. Mahasiswa memiliki berbagai alasan dalam mengikuti pemilihan ini. Salah satunya adalah Muhammad Yuska, mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ia beranggapan harus aktif dalam pemilihan ini karena ia merupakan bagian dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran“ Yogyakarta, sehingga perlu berpartisipasi dalam pemilu untuk memilih Presiden Mahasiswa dan Gubernur BEM FISIP.

      Pihak kampus juga sangat mendukung adanya pemilihan ini, karena dalam pemilihan ini memunculkan adanya student goverment, di mana fungsi organisasi adalah menjadi fasilitator antara mahasiswa dengan pihak kampus. Muhammad Edy Susilo yang juga dosen dari Ilmu Komunikasi memberikan pendapatnya tentang rangkaian kegiatan PEMURA 2017 yang dilaksanakan KPUM.

      “Jika dibandingkan dengan yang dulu kampanyenya lebih intensif, agresif, dan memiliki jargon-jargon pada setiap kandidat,” tutur Edy.

      Sementara itu, untuk penghitungan suara akan dilaksanakan setelah waktu pemilihan habis di TPS masing-masing kemudian akan dilaporkan ke panitia pusat. (Fajar Andrian)

Editor: Mufqi Rafif
Diberdayakan oleh Blogger.