Header Ads

Acara Kuliner Mahasiswa “Bukan Sekedar Jajan”

Editor : Fariha Sulmaihati
Salah satu stand yang menjual kuliner tradisional (24/5). (Zefainya G)
Yogyakarta, Sikap – Jogjan (Jogja Jajan) “bukan sekedar jajan”, begitu tagline event yang diadakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta di Taman Kuliner Condong Catur, Yogyakarta. Pembukaan event diselenggarakan pada hari rabu (23/5) dengan disambut kemeriahan pengunjung yang memenuhi Taman Kuliner. Antusias pengunjung tidak surut dan masih berlanjut hingga hari kedua pada hari kamis (24/5) .
Acara yang menjadi syarat kelulusan mata kuliah Marketing Public Relations ini mengangkat tema kuliner. Tagline “bukan sekedar jajan” ini memiliki arti bahwa acara yang diselenggarakan bukan hanya tentang jajan, tetapi juga memiliki banyak konten acara seperti live music, green action, live cooking, dan lomba makan, talk show, dan banyak lagi.

Dengan modal 40 juta, mahasiswa semester 6 ini dapat menggelar acara kuliner yang memiliki banyak pengunjung dengan berbagai jajanan yang ramah di kantong mahasiswa. Segmen dari acara ini ditujukan kepada anak muda, sehingga menyediakan jajanan mulai dari harga Rp 3.000. Panitia melakukan open tenant untuk pedagang yang tertarik membuka stand dengan tawaran biaya yang terjangkau. Tidak heran jika 25 stand jajanan dan 6 foodtruck hampir memenuhi Taman Kuliner.



Salah satu stand yang menjual kuliner tradisional (24/5). (Zefainya G)
Niluh Arlinda sebagai ketua panitia mengatakan, kegiatan ini menjadi upaya untuk menghidupkan suasana Taman Kuliner yang masih sedikit orang tahu, padahal lokasinya strategis, suasana dan tata letaknya juga bagus. Tidak hanya menggunakan Taman Kuliner sebagai lokasi penyelenggaraan event, panitia juga menyumbangkan tong sampah, dan pohon sirsak. Sumbangan tersebut sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan di Taman Kuliner yang masih terlihat gersang dan masih kekurangan tempat sampah yang mudah terjangkau. Dengan perhatian mereka, semakin menunjukan makna dari tagline “bukan sekedar jajan” pada acara kuliner yang diselenggarakan.

Acara kuliner ini dipersiapkan sejak februari lalu, dalam mempersiapkan segala sesuatunya tentu saja panitia mengalami kendala. Sebagai mahasiswa, kendala terbesar dalam menyelenggarakan acara adalah dana. Namun beruntungnya, panitia aktif dalam menejemen uang dan mencari dana usaha. Selain itu, perbedaan pendapat juga menjadi kendala yang harus dihadapi.

“Saya baru kali ini menjadi ketua dan saya merasa dipasrahkan menjadi seorang ibu yang memiliki 14 anak kembar dengan berbagai macam kepribadian,” tutur perempuan kelahiran Magelang ini. Meskipun sempat mengalami selisih paham, Miluh berusaha menjembatani dan mengingatkan anggotanya untuk profesional dalam bekerja. (Zefainya G. Avetarina)
Diberdayakan oleh Blogger.