Header Ads

Opening Ceremony d’CATCH 2017 Angkat Budaya Indonesia

Keceriaan Para Peserta d'Catch 2017. (Foto : Dok. Istimewa)
Yogyakarta, SIKAP ‒ Sebanyak 93 mahasiswa perwakilan dari 5 negara berkumpul di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN ‘Veteran’ Yogyakarta dalam acara pembukaan Decentralized Asian Transnational Challenges (d’CATCH) 2017 pada Senin (06/02).

Seluruh mahasiswa ini tergabung dalam program d’CATCH 2017, sebuah event tahunan yang berfokus pada pengenalan budaya antarnegara dengan media video. 5 negara tersebut ialah Indonesia, Jepang, Filipina, Thailand, dan China. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah setelah 5 tahun bergabung dalam program d’CATCH.

Rangkaian pembukaan d’CATCH dimulai oleh sambutan Kepala Jurusan Ilmu Komunikasi, Subhan Afifi, dilanjut peresmian oleh Rektor UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Sari Bahagiarti. Agenda dilanjutkan dengan perkenalan oleh dosen pendamping dari kelima negara, penampilan seni Jathilan, serta penayangan video introducing dari peserta dilanjut welcoming dinner.

Dosen pembina dari tim Indonesia, Senja Yustitia, mengungkapkan, “Fokus d’CATCH ini untuk membangun kesepahaman budaya antara mahasiswa dari 5 negara melalui video, tapi kalau di Indonesia ada sentuhan-sentuhan yang lain seperti ada opening ceremony dengan pagelaran budaya.”

Poster d'Catch (Foto: Dok Istimewa)
Keseluruhan program d’CATCH akan dilaksanakan hingga hari Sabtu (11/02). Kegiatannya difokuskan di UPN ‘Veteran’ Yogyakarta kampus 2 Babarsari, selain juga di Rektorat Universitas dan Ghratama Pustaka.

Peserta dari Filipina, Patricia, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam d’CATCH 2017. Kedatangannya ke Indonesia merupakan yang pertama kali, namun ia merasa nyaman di Indonesia. “Yogyakarta mirip dengan Filipina. Juga tentang cuacanya, kadang hujan, kadang panas. Rasanya seperti di rumah,” pungkasnya dalam Bahasa Inggris. 

(Lajeng Padmaratri & Mardella Savitri)
Diberdayakan oleh Blogger.