Header Ads

PFDA 2017: 4 Film Pendek Tentang Perjalanan dan Tujuan Hidup

Editor: Muhammad Akbar Samudra
Suasana Parade Film Diksar Avikom (PFDA) 2017 yang berlangsung di IFI-LIP, Sagan, Yogyakarta, Sabtu (25/2). (foto via twitter.com/PFDA2017) 
Yogyakarta,  SIKAP - Parade Film Diksar Avikom (PFDA) 2017 kembali dilaksanakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, acara yang merupakan rangkaian Pendidikan Dasar (Diksar) Kelompok Studi Mahasiswa Avikom ini dilaksanakan di IFI-LIP, Sagan, Yogyakarta, Sabtu (25/2). Screening film diksar ini dihadiri oleh 200 penonton dari berbagai kalangan. Dalam kesempatan kali ini, anggota baru Avikom 2016 dibagi menjadi 4 kelompok yang tentunya menghasilkan 4 film pendek. Telovisi, SOS, Gatra dan Shantika merupakan judul film pendek yang berhasil diproduksi oleh anggota baru tersebut.
“Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan dan mempublikasikan Avikom dan film nya kepada masyarakat luas,” jelas Yusuf Maulana sebagai ketua panitia. Di tahun ini, PFDA mengangkat sebuah tema besar berjudul “ROMANSIA” dengan subtema manusia, usia dan usahanya. Penggunaan icon kereta dan stasiun juga menjadi sebuah representasi dari kegiatan ini. Menurut yusuf, makna icon PFDA tahun ini adalah tentang kereta yang menggambarkan sebuah perjalanan dan perjuangan seorang manusia untuk menempuh sebuah tujuan tertentu yang diilustrasikan dengan stasiun atau tempat pemberhentian kereta. Hal ini tentunya senada dengan konsep keempat film yang dipertontonkan. Seperti film Gatra yang disutradarai oleh Yulinda Dwi Andriyani, film yang bercerita tentang perjuangan seorang sinden ini sangat sesuai dengan tema besar yang diusung oleh pihak panitia. 

“Acara ini sebagai ajang pembuktian bagi angkatan baru Avikom dan sekaligus mempererat tali keanggotaan antar anggota baru,” kata Hendra yang menjabat sebagai ketua Avikom tahun ini. Hendra berpendapat bahwa dengan adanya acara ini, para anggota barunya akan mampu memahami dunia perfilman dari segi produksi dan pembuatan ide cerita. Selain itu, Hendra menambahkan dengan adanya karya baru ini, anggota baru bisa menjalin relasi dengan club cinema lain atau dengan production house terkenal sekalipun.

“Sangat menarik dan ternyata lebih dari ekspektasi saya tentang screening film. Sebagai penonton juga saya sangat mengapresiasi. Benar-benar bermanfaat bagi crew film maupun penonton karena inspiratif,” terang Alif Madani salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UII yang hadir dalam acar ini. Menurut Alif, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena disamping dibuka untuk umum, juga memberikan sebuah edukasi kepada masyarakat luas tentang sebuah karya film. (Mufqi Rafif)
Diberdayakan oleh Blogger.