Header Ads

Sempat Berkendala, Acara Pagelaran Karya Broadcasting Tetap Berjalan Meriah

Panitia berfoto setelah kemeriahan acara pagelaran karya Broadcasting.
Yogyakarta, SIKAP - Pagelaran Karya Broadcasting yang digelar dua hari di Ruang Seminar Fakulas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta berlangsung cukup sukses di hari pertama (27/05) meskipun ada sedikit kendala. Pagelaran yang merupakan ujian evaluasi untuk konsentrasi Broadcasting, mata kuliah produksi program TV, sistem studio, dan tata artisik ini mengusung program TV berjudul ‘Introllusion’.
Dengan jargon ‘The Icon of Indonesia’,acara ini mengangkat tema budaya Papua, dengan konsep pengenalan lagu-lagu daerah dan budaya daerah yang ada di Indonesia. “Namanya kan Introllusion, intro, nah, dalam sebuah lagu, bagian intro adalah bagian awal atau pengenalan, jadi acara ini bisa mengenalkan budaya ke luar,” tutur Gladi Dwinta selaku Program director.  Gladi menambahkan bahwa program ini berbentuk acara musik, dengan lagu yang diaransemen dan tarian daerah, serta ditambah games bersama bintang tamu.

Dalam pengusungan nama Introllusion, Gladi menjelaskan bahwa terjadi beberapa kendala, seperti persetujuan dosen maupun ketidaksesuaian dengan konsep acara. “Jadi awalnya kita sudah mengajukan beberapa nama, tapi cuma Introlussion yang dapat persetujuan dari dosen,” ungkapnya. Selain itu, Gladi juga mengungkapkan inti acara ini bertujuan agar kita, Bangsa Indonesia bisa lebih mengenal budayanya. “Ya, kedepannya mungkin acara kami bisa bertemakan budaya Jawa atau budaya Sunda. Intinya adalah acara ini merupakan pengenalan budaya kita ke orang kita sendiri serta keluar,” tambah Gladi.

Dipandu oleh Kiwil dan Titus, sejak awal dimulainya acara ini sudah menarik perhatian dari penonton. Kostum dari pengisi acara pun dikemas sesuai dengan tema dengan mengenakan topi bulu dan rompi berwarna kuning yang mencuri perhatian. Talitha Ardelia, salah satu penonton mengungkapkan bahwa acara ini sangat menarik. “Pertamanya saya tidak menyangka kalau konsep acaranya seperti ini, saya pikir acaranya akan biasa saja, ternyata acaranya sangat menarik,” pungkasnya.

Acara ini diawali dengan tarian dari Komapa, kemudian dilanjutkan dengan beberapa band  yang sempat menarik banyak perhatian penonton mahasiswi serta penampilan soloist oleh Gracia Godinho. Acara selanjutnya adalah game yang melibatkan semua bintang tamu. Game tersebut adalah menyusun balok-balok yang sudah ditempeli dengan penggalan-penggalan lirik lagu daerah dari Ambon yang merupakan petunjuk untuk episode selanjutnya. Sebagai penutup acara, kolaborasi dari bintang tamu membawakan lagu Yamko Rambe Yamko yang diiringi oleh Beat Box Jogja.


Pada awal segmen kedua acara ini, sempat terjadi kendala yaitu mati listrik secara tiba-tiba. Gladi mengatakan bahwa hal tersebut benar-benar di luar perkiraan. “Untungnya, dari kru kami benar-benar tanggap dan sigap dalam menghadapi kendala tersebut, sehingga acara ini tetap berjalan lancar walaupun sempat terjadi kendala,” tambahnya. (Mardella)
Diberdayakan oleh Blogger.