Header Ads

Meningkatkan Peduli Kampus lewat LDK

Panitia dan peserta berfoto bersama setelah dilaksanakannya LDK
Yogyakarta, SIKAP – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Pembangunan Nasioanl (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada Sabtu, (30/4) di Ruang Seminar Gedung Agus Salim. Acara tersebut merupakan salah satu program kerja yang bertujuan untuk mengenalkan esensi mahasiswa.
Ketua panitia pelaksana, Ridho Ramadhani menjelaskan bahwas acara ini mengangkat tema dengan judul GIAT, yaitu Generasi Intelektual Aktif Terdepan. Tema ini akan diiringi dengan beberapa tema kecil seperti Aktivis, Dinamis, Demokratis, dan lainnya. Sebelumnya, para peserta dikelompokkan menjadi beberapa regu yang kemudiann setiap regu diberi nama dari tema-tema kecil tersebut.

Kegiatan ini berisi tiga materi, diantaranya tentang sejarah kemahasiswaan yang diisi oleh Eko Prasetyo, Esensi Kemahasiswaan yang dijelaskan oleh Gubernur BEM FISIP I Dewa Putu Mahendra Winata dan Demokrasi dalam lingkup kampus oleh Social Movement Institute. Pemberian materi dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari presentasi, games, hingga pemaknaan dari setiap materi yang telah diberikan.

Acara LDK ini diselenggarakan untuk ditujukan kepada mahasiswa FISIP angkatan 2015 yang ingin mengetahui lebih banyak tentang organisasi dan kepemimpinan. Ridho mengatakan bahwa BEM tidak menjadikan acara ini sebagai sebuah hal yang wajib untuk setiap mahasiswa FISIP. “Kita tidak mewajibkan angkatan 2015 untuk ikut, kesadaran diri sendiri aja mas,” papar Ridho yang juga mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan 2014 tersebut.

Setelah acara ini selesai, pihak BEM FISIP memberikan kesempatan kepada beberapa peserta terpilih untuk magang di BEM FISIP. Hal ini dilakukan untuk persiapan kaderisasi di kepengurusan BEM FISIP. “Dalam beberapa periode, mereka boleh ikut di BEM, ya istilahnya kayak magang gitu,” tambah Ridho.

Dipenguhujung kesempatan, Ridho kembali menjelaskan bahwa dengan diadakannya acara ini, diharapkan para peserta dapat menyebar dan menjadi issu propaganda di seluruh organisasi yang ada di kampus. Pada hal ini menurutnya akan lebih mudah untuk mencapai suatu kesepahaman di kalangan mahasiswa jika telah merasa satu nasib dan sepenanggungan, sehingga para mahasiswa yang lain juga akan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap kondisi kampus.


Salah satu peserta, Demilia Pasha menyatakan bahwa dirinya akan mengaplikasikan hal yang telah didapatkan selama mengikuti LDK itu dengan lebih berani menunjukkan ide dan gagasan yang dimiliki. “Saya berniat untuk bergabung dalam berbagai kegiatan serta organisasi yang ada di kampus sebagai sarana untuk menyalurkan ide saya tersebut,” pungkasnya. (Adi Ihsanuddin)
Diberdayakan oleh Blogger.