Header Ads

Diskusi Humanis: Aktualisasi Nilai-Nilai Pergerakan Mahasiswa

Ilustrasi Pergerakan Mahasiswa. Sumber : http://univbatam.ac.id/
SIKAP, Yoyakarta - (29/3) Pengurus Bidang Kaderisasi Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Humanis) mengadakan diskusi dengan tema Aktualisasi Nilai-Nilai Pergerakan Mahasiswa di sekretariat Humanis. Dalam diskusi tersebut hadir pula Presiden Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta, Arinta Aris Kristianto sebagai pembicara.a

Aris mengatakan bahwa hampir tidak ada pergerakan yang berarti dari mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki intelektualitas tinggi tidak berani untuk bertindak saat terjadi hal yang seharusnya tidak terjadi. “Sebagian besar mahasiswa hanya bisa diam dan menerima, meskipun mereka tahu hal itu tidak benar,” Kata Haris. Mahasiswa terlalu takut untuk bergerak, sekalipun itu demi kebaikan bersama. 

Sejarah mengatakan bahwa mahasiswa memiliki kekuatan yang begitu besar untuk menggulingkan sebuah pemerintahan. Namun, sekarang yang terjadi adalah banyak mahasiswa yang apatis terhadap apa yang terjadi dengan lingkungannya. Mereka yang memiliki pengetahuan tidak berani untuk menggunakan pengetahuannya untuk bergerak. “Punya pengetahuan nggak punya keberanian ya sia-sia, punya keberanian tapi nggak punya pengetahuan namanya bunuh diri. Keduanya harus berjalan seimbang untuk mengoptimalkan pergerakan mahasiswa,” tambahnya.

Pergerakan membutuhkan banyak massa dan semangat tinggi dalam melakukan perubahan, akan tetapi antusias mahasiswa untuk melakukan pergerakan sangat kecil. Sistem pendidikan yang membatasi lama studi dan mahalnya biaya pendidikan diduga menjadi salah satu penyebab mahasiswa menjadi malas untuk terjun dalam sebuah organisasi dan melakukan perubahan. “Pemikiran mahasiswa sekarang adalah bagaimana cara untuk segera lulus kemudian bekerja dan mendapatkan uang,” ungkap Ketua Humanis, Deo Gloria menanggapi pernyataan Aris saat diskusi.

Sebagai kaum intelektual, mahasiswa seharusnya paham dan mengerti hak sebagai mahasiswa, termasuk hak untuk mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya tentang kampus mereka. Apabila ada ketidakbenaran mahasiswa memiliki hak untuk mendapatkan kebenaran. Memanfaatkan fasilitas kampus juga merupakan hak mahasiswa, contohnya berorganisasi. Organisasi merupakan fasilitas kampus yang disediakan untuk mahasiswa. Saat ini UPN telah memiliki 25 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), 7 Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM), 16 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), dan lebih dari 10 Kelompok Studi Mahasiwa (KSM). Dari sekian banyak wadah organisasi kampus baik yang bergerak dalam bidang karya maupun eksekutif, tidak banyak mahasiswa yang bergabung dan aktif dalam organisasi. Hal ini ditanggapi sebagai hal yang wajar oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Subhan Afifi. “Kalau organisasinya banyak tapi antusiasnya rendah ya kembali lagi pada bagaimana kreativitas sebuah organisasi untuk memberikan alternatif kegiatan yang menarik,” pungkas Subhan.

Sebagai kesimpulan diskusi Aris menawarkan beberapa solusi antara lain memperbanyak ruang diskusi, memahami sesuatu secara mendalam dan mengasah kepekaan terhadap situasi yang ada. Jangan sampai mahasiswa sebagai agent of change hanya sekedar ungkapan belaka. Mahasiswa harus berani bergerak jika melihat sesuatu yang salah. (Kristi Utami)
Diberdayakan oleh Blogger.