PKKBN UPN Veteran Yogyakarta 2025
![]() |
Mahasiwa Baru UPN Veteran Yogyakarta (Sumber: Pelangi Aulia) |
Yogyakarta, Sikap– Tahun 2025, Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) secara resmi dimulai pada Senin, 11 Agustus 2025. Pembukaan acara berlangsung dengan upacara yang disertai atraksi simbolis berupa terjun payung. Tahun ini, kegiatan pengenalan kampus diikuti oleh sebanyak 5.601 Widya Mwat Yasa Muda (Wimada). Banyaknya jumlah tersebut, membuat koordinasi menjadi salah satu tantangan utama.
Dalam mengatasi hal tersebut, 5.601 Wimada dibagi ke dalam 100 gugus untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi. Koordinasi antargugus dilaksanakan secara terstruktur, dimana setiap staff kakak asuh memiliki Penanggung Jawab (PJ) masing-masing. “Misalnya gugus 1-14 itu nanti ada PJ nya atas nama Kak Ogan nanti 15 sampai ini PJ kakak asuhnya ini, jadi kita kalau ada apa-apa bilang dulu ke PJ nah kalau PJ gak tau dia baru bilang ke koor,” jelas Fatikha Rizqi Pramesti. Sistem ini dianggap lebih baik karena membuat komunikasi lebih jelas dan terarah, sekaligus mempermudah segala kebutuhan peserta PKKBN. Seluruh rangkaian kegiatan juga diawasi langsung oleh dosen, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih tertib dan meminimalisir kesalahan.
Terdapat persiapan yang panjang dari panitia maupun Wimada dalam mengikuti rangkaian PKKBN 2025. Pemberitahuan mengenai informasi seputar PKKBN dimulai sejak 8 Agustus 2025 melalui grup gugus masing-masing. Mahasiswa dari jalur seleksi Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), maupun Mandiri Bela Negara mendapat informasi secara bersamaan. Walaupun mahasiswa baru dari jalur Mandiri Bela Negara masuk dalam golongan terakhir, tetapi mereka tidak tertinggal informasi selama masa pengenalan lingkungan kampus ini.
Setelah pembagian gugus kelompok, staff kakak asuh dari berbagai gugus akan melaksanakan first meet bersama mahasiswa baru. Pada kesempatan ini, seluruh informasi mengenai PKKBN akan disampaikan, termasuk penugasan.
Menurut salah satu panitia dari divisi kakak asuh, proses pengarahan tugas berjalan cukup lancar tanpa kendala yang signifikan. Mereka merasa terbantu dengan antusiasme peserta dalam berkomunikasi dan menyelesaikan tugas dengan baik. Fatikha Rizqi Pramesti, salah satu staff kakak asuh mengungkapkan rasa leganya karena peserta kelompoknya cukup aktif menanyakan hal-hal yang belum mereka pahami, terutama terkait Program Kreatif Mahasiswa (PKM).
PKM merupakan wadah yang mendorong mahasiswa untuk menuangkan ide kreatifnya kedalam sebuah karya yang bermanfaat. Terdapat 10 bidang PKM yang diberikan kepada Wimada, pemilihan nya sesuai dengan jenis yang sudah ditentukan per gugus. Tugas ini diberikan secara berkelompok dari 4-5 orang dan wajib dilakukan oleh mahasiswa baru karena sebagai syarat penerbitan sertifikat PKKBN 2025. Selain PKM, terdapat penugasan lainnya berupa cetak co card dan upload twibbon di Instagram.
Namun, bagi mahasiswa baru, penugasan selama kegiatan PKKBN ini menjadi tantangan tersendiri. Mereka mengaku terkendala oleh waktu karena harus menyesuaikan jadwal dengan anggota kelompok lain serta memenuhi tugas dari berbagai tingkat mulai dari universitas, fakultas, hingga program studi. Olivia Umiyanti, mahasiswa baru jalur Mandiri Bela Negara 1, menyampaikan bahwa waktu pengerjaan tugas yang terbatas membuat sulit untuk mengatur semua kegiatan. Ia menambahkan bahwa jadwal yang padat sering kali bertabrakan dengan pertemuan gugus atau tugas lainnya. Namun, hal itu dapat diatasi dengan alternatif lainnya, seperti pertemuan secara daring.
Terlepas dari kendala tersebut, baik peserta maupun kakak asuh saling berupaya untuk memastikan seluruh tugas dapat terselesaikan dengan baik. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan melalui pengalaman PKKBN ini, Wimada dapat mengenal lingkungan kampus, membangun relasi, menjalin kebersamaan dengan keluarga besar UPNVY. (Titanya Aulian Nazma)
Editor : Melani
Tulis Komentarmu