Header Ads

Sambut SBMPTN, PamitSinauYK Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Suasana motivation training oleh Dwi Fahruddin A.A. dalam event PamitSinauYK (22/04). (Foto : Dian Puspita)

Yogyakarta, SIKAP – Tahun ini, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta akan membuka program studi baru yaitu Hubungan Masyarakat (Humas). Hal ini yang melatarbelakangi diadakannya acara PamitSinauYK oleh mahasiswa Marketing Public Relations Ilmu Komunikasi pada hari Minggu (22/04). Event yang bertajuk seminar motivasi dan kompetisi ranking satu ini diselenggarakan di Gedung Auditorium RRI Gejayan.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Lembaga Bimbingan Belajar Ganesha Operation (GO) Yogyakarta ini dihadiri oleh 1300 calon mahasiswa dan 500 orang tua yang ikut menemani putra dan putri mereka mendengarkan kiat-kiat dalam menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 yang akan dilaksanakan pada 8 Mei mendatang. Dwi Fahruddin A.A. selaku Kepala Cabang GO dan pembicara dalam seminar tersebut menjelaskan bahwa sistem penilaian SBMPTN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang mana terbagi dalam tiga tahap.

Pada tahap pertama, jika peserta mampu menjawab soal dengan benar maka peserta akan mendapatkan poin 1. Jika jawaban yang diberikan salah maupun tidak terjawab, maka peserta tidak mendapatkan poin. Namun, bukan berarti peserta bebas untuk menjawab semua soal. Dwi Fahruddin menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan bila pihak juri atau tim yang akan menyeleksi hasil SBMPTN memiliki peraturan tersendiri dalam melakukan penilaian.

Pada tahap kedua, tim penyeleksi akan menganalisis jawaban peserta dengan teori respons butir berdasarkan tingkat kemudahan dan kesulitan soal. Tahap terakhir, hasil seluruh peserta tes yang akan mempengaruhi proses penentuan nilai akhir.

Kedua Master of Ceremony (MC) sedang memandu acara PamitSinauYK. (Foto: Melvindy Kuswanto)

Ratusan siswa SMA yang menghadiri acara tersebut juga mendapatkan motivation training dalam rangka menyongsong SBMPTN 2018. “Generasi penerus bangsa ini tidak boleh takut dengan tantangan. Semua usaha yang disebut perjuangan tidak akan mengkhianati hasil, jadi terus berusaha tanpa kenal lelah. Jika menemui kegagalan, itu adalah hal yang bisa mendorong kita untuk menjadi lebih baik lagi,” papar Dwi dalam sesinya.

Acara dilanjutkan dengan sosialiasi program studi baru UPNVY, yaitu Humas yang sudah dibuka sejak Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini. Prodi ini masih berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan rencananya nanti bersama Ilmu Komunikasi akan berdiri sendiri menjadi Fakultas Komunikasi Kreatif. Hal tersebut disampaikan oleh Puji Lestari selaku dosen pembimbing Marketing Public Relations dan Sigit Tri Pambudi selaku Koordinator Prodi Humas selama mengisi sesi tersebut.

Dengan adanya Prodi Humas ini bertujuan agar para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan menjadi lebih terfokus kepada jurusan yang diambilnya. Ia melanjutkan bahwa program studi ini lebih spesifik jika dibandingkan dengan Ilmu Komunikasi yang masih umum.

“Di luar sana sangat dibutuhkan banyak praktisi PR untuk menyelesaikan masalah. Terlebih banyak kasus berita hoaks dan konflik masyarakat. Hal ini terjadi karena hubungan masyarakatnya belum terjalin dengan baik. Oleh karena itu adanya program studi baru ini untuk membentuk Humas yang lebih baik”, ujar Puji Lestari.

Tidak hanya itu, panitia membagikan banyak hadiah menarik bagi para pemenang kompetisi ranking satu yang berhasil menjawab soal-soal bertemakan wawasan umum dan budaya. Kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud implementasi dari tema acara PamitSinauYK, ‘3GP: Guyub, Guyon, Gayeng Tur Pinter’. 

“Selain sebagai sarana pengenalan prodi baru Humas UPNVY, kami mengusung acara ini dengan tujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta memberikan pengalaman kepada para peserta untuk menjalin relasi baru dengan perserta lainnya,” ungkap Cendikia Hanif selaku ketua acara.

Acara PamitSinauYK diakhiri dengan adanya pelepasan ratusan burung yang secara simbolis sebagai harapan seluruh siswa SMA untuk melanjutkan pendidikan yang diinginkan dan lebih baik lagi. Seperti yang dikatakan oleh Hidayat Fatahillah, seorang pelajar yang berasal dari Sulawesi Selatan, “Dengan adanya acara ini membuat aku menjadi lebih jelas dengan berlangsungnya SBMPTN nanti, mengingat bahwa tahun ini udah beda sistemnya. Harapannya ke depan aku bisa nembus ke jurusan yang aku suka, biarpun itu sulit, tetapi selama ini aku udah berusaha jadi aku optimis bisa masuk tahun ini.”

Selaras dengannya, Geraldo Ignatius Lubin juga memberikan apresiasi positif bagi PamitSinauYK. “Acara ini menambah wawasan saya tentang bagaimana menyusun strategi dalam menghadapi SBMPTN dan saya menjadi tertarik untuk memasukkan UPN ke dalam daftar pilihan universitas di SBMPTN nanti,” ujar siswa SMAN 1 Bintan Timur asal Kepulauan Riau itu. (Dian Puspita & Melvindy Kuswanto)

Editor: Lajeng Padmaratri
Diberdayakan oleh Blogger.