Header Ads

Jogja Exabilities: Kreatifitas dibalik Keterbatasan

Editor : Fariha
Dik Doank menyampaikan kisah inspiratif (Aqmarina Laili)
Yogyakarta, Sikap – Acara bertajuk Jogja Exabilities diselenggarakan oleh mahasiswa Public Relations UPN "Veteran" Yogyakarta, Sabtu (06/05) di Lippo Plaza Jogja.  Jogja Exabilities dimulai pukul  11:00 WIB dengan rangkaian kegiatan pameran kesenian oleh anak-anak difabel, talkshow inspiratif, dan penampilan live-music sebagai hiburan.
Menurut Realita Hendry Hapsari selaku ketua pelaksana, tema disabilitas mengangkat anak-anak difabel  dan kreatif meski dalam keterbatasan. “Kali ini ada 15 Sekolah Luar Biasa (SLB)  yang berpartisipasi, lima diantaranya SLB 1 Bantul, SLB 2 Bantul, SLB Ganda Daya Ananda Kalasan, SLB Wiyata Mandala, dan SLB Marsudi Putra,” ungkap Relita. 


Karya anak-anak difabel peserta Jogja Exabilities. (Aqmarina Laili)

Pengisi talkshow merupakan aktivis sosial, yaitu Dik Doank dan Chiki Fawzi. Selain itu Jogja Exabilities juga mengundang Triyono, sebagai founder ojek difabel pertama di dunia. 


Sebelum acara terselenggara, panitia telah melakukan kampanye berupa penjualan 200 pin. Hasil penjualan nantinya disumbangkan guna memfasilitasi anak-anak difabel untuk berkarya dan berkreasi. Kemudian, saat acara terselenggara, panitia juga mengadakan aksi cap tangan sebagai salah satu bentuk mendukung anak-anak difabel untuk terus berkarya.


Siti Andriani, pendamping dari SLB Ganda Daya Ananda Kalasan, menunjukkan antusiasme dengan acara ini. “Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak mengisi waktu luang dan berkembang lebih kreatif lagi,” ungkap Siti Andriani.  Anak-anak asuhnya  juga sangat gembira karena ini kali pertama mereka diundang berkegiatan di luar sekolah. Siti berharap supaya acara seperti ini lebih banyak diadakan sebagai salah satu upaya untuk mendukung anak-anak difabel mengisi waktu luang lebih produktif. (Aqmarina Laili)


Diberdayakan oleh Blogger.